Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Investor Samarinda Kembangkan Pertanian PPU, Garap 36 Hektare Lahan Bera di Babulu Laut

Ahmad Maki • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:24 WIB
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Distan PPU, Gunawan.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Distan PPU, Gunawan.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Upaya pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan progres positif. Salah satunya melalui masuknya investor asal Samarinda yang berminat menggarap lahan bera di wilayah Kecamatan Babulu dan Waru.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa pekan lalu pihaknya telah mendampingi investor tersebut melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.

“Iya, lahan bera yang tidak tergarap kita tawarkan ke pihak penyewa atau investor yang memang tertarik untuk melaksanakan budidaya,” ujar Gunawan, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, dari hasil penjajakan itu, telah disepakati tahap awal pengembangan pertanian organik seluas 36 hektare di Desa Babulu Laut.

Lahan yang sebelumnya merupakan sawah tidak produktif (bera) tersebut akan dikembalikan fungsinya menjadi sawah aktif dengan pendekatan budidaya padi organik berbasis teknologi modern.

“Potensinya sawah, kita kembalikan ke sawah karena lahan bera yang dimaksudkan lahan bera sawah. Jadi pendekatannya ke padi dengan sistem budidaya organik dan teknologi mereka sendiri,” jelasnya.

Gunawan menambahkan, investor tersebut membawa sendiri benih dan pupuk, serta akan mengelola pemasarannya secara mandiri. Investor yang berasal dari Kota Samarinda ini disebut sudah berpengalaman dalam bisnis pertanian, bahkan sebelumnya telah menjalankan usaha serupa di Jawa Tengah.

“Investor ini memang sudah membuka usaha di bidang pertanian di Jawa Tengah dan sekarang kembali lagi terpanggil untuk mengembangkan pertanian di PPU kalau memang ada lahan yang memungkinkan untuk dikerjakan,” tambahnya.

Untuk tahap awal, fokus pengembangan akan difokuskan pada komoditas padi dengan target luasan 50 hektare hingga akhir tahun ini. Sementara itu, pengembangan jagung pipil seluas 10 hektare akan menyusul setelah program padi berjalan stabil.

“Bentuk kerja samanya sementara ini sistem sewa. Karena petani tidak mau bagi hasil, tapi tidak menutup kemungkinan petani juga bisa ikut bekerja agar bisa terjadi alih teknologi,” terang Gunawan.

Lebih lanjut, ia menilai, masuknya investasi di bidang pertanian akan memberikan dampak positif bagi capaian kinerja Dinas Pertanian, khususnya dalam peningkatan indeks pertanaman (IP) dari angka 1,84 menjadi target 2,50.

“Dengan investasi ini, indikator kinerja Dinas Pertanian bisa terpenuhi. Selain itu, ada transfer teknologi kepada petani lokal. Kalau teknologi ini terbukti menguntungkan dan bisa diserap, tentu akan meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi lahan bera,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penajam paser utara #investor #pertanian #jagung #babulu #padi