KALTIMPOST.ID-Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan sinergi dengan masyarakat dan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polres Penajam Paser Utara (PPU) telah mengintensifkan pelaksanaan patroli dialogis dalam berbagai kesempatan.
Kegiatan rutin ini merupakan implementasi nyata dari program Polri untuk mendekatkan diri secara langsung dengan masyarakat sekaligus berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas.
Patroli ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang dianggap rawan dan menjadi pusat aktivitas warga, termasuk tempat keramaian, kawasan pertokoan, dan area permukiman padat penduduk.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Rabu (8/10), menegaskan bahwa patroli dialogis adalah metode yang sangat efektif untuk dua tujuan utama. Pertama, menyerap aspirasi dan informasi secara langsung dari warga. Kedua, mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Melalui patroli dialogis, kami membangun komunikasi dua arah yang kuat dengan masyarakat. Ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi merupakan bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir, mendengar, dan melayani seluruh elemen masyarakat,” jelas AKBP Andreas.
Dalam kegiatan ini, personel Polres PPU aktif berinteraksi dengan warga, memberikan edukasi mengenai pentingnya peran aktif masyarakat sebagai mitra kepolisian dalam menjaga lingkungan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga: Sepaku Masuk IKN, Dishub PPU Fokuskan Anggaran PJU untuk Tiga Kecamatan
Beberapa isu krusial yang menjadi fokus imbauan termasuk penyalahgunaan narkoba dan miras (minuman keras), aktivitas perjudian, tindakan kriminal lainnya yang dapat mengancam keamanan lingkungan.
Polres PPU berkomitmen untuk melaksanakan patroli dialogis ini secara rutin dan berkelanjutan sebagai wujud kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat. Harapannya, kegiatan ini akan menciptakan hubungan yang harmonis dan kolaboratif antara kepolisian dan warga, sehingga keamanan dapat terwujud melalui kesadaran dan partisipasi bersama.
ARI ARIEF
Editor : Thomas Priyandoko