Agenda utama kunjungan tersebut berfokus pada penguatan karakter pegawai dan pengawasan intensif terhadap infrastruktur pendidikan di madrasah. Dalam kegiatan ini, Kepala Kankemenag didampingi oleh Pengawas Madrasah Tingkat MTs, H. Wiyoto, beserta sejumlah staf dari Kantor Kemenag PPU.
Kegiatan diawali dengan pertemuan pembinaan kepegawaian yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 3 PPU. Dalam sesi ini, H. Muhammad Syahrir menyampaikan arahan penting mengenai dua isu utama: profesionalisme kerja dan implementasi moderasi beragama.
Baca Juga: BKAD PPU Siapkan Anggaran untuk Pegawai Paruh Waktu hingga 2026
Ia menekankan bahwa peran guru dan pegawai Kemenag sangat krusial dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan madrasah. “Kualitas pendidikan kita berbanding lurus dengan dedikasi dan profesionalisme bapak dan ibu sekalian. Guru adalah ujung tombak, dan pegawai administrasi adalah pilar pendukung yang tak terpisahkan,” kata H. Muhammad Syahrir seperti keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa (14/10).
Lebih lanjut, H Muhammad Syahrir mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag PPU untuk menjadi agen aktif moderasi beragama. Hal ini penting untuk membentengi madrasah dari paham ekstrem dan menyimpang.
“ASN Kemenag harus bisa menjadi contoh nyata dari sikap beragama yang seimbang, toleran, dan menghindari segala bentuk kekerasan. Dengan menanamkan nilai-nilai moderasi, kita dapat secara efektif menanggulangi paham menyimpang yang mungkin merusak kerukunan dan keutuhan di tingkat madrasah,” tegasnya.
Baca Juga: DKP Kaltim Dorong Kampung Budidaya Ikan untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Setelah memberikan pembinaan, rombongan kepala Kankemenag PPU langsung bergerak meninjau lokasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Proyek ini merupakan bagian dari alokasi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang bertujuan mengatasi kekurangan ruang belajar di MTs Negeri 3 PPU.
Peninjauan ini dilakukan secara mendetail untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan rencana anggaran, spesifikasi teknis, dan target waktu yang ditetapkan. H. Muhammad Syahrir menekankan kepada kontraktor dan pihak madrasah agar tidak mengorbankan kualitas demi kecepatan.
“Kami datang untuk memastikan bahwa dana SBSN ini digunakan secara akuntabel. Pembangunan RKB ini harus berstandar tinggi, demi menjamin kenyamanan dan keselamatan anak didik kita,” katanya.
Kunjungan kerja kepala Kankemenag PPU ini menunjukkan komitmen penuh dalam memastikan kualitas infrastruktur dan sumber daya manusia berjalan beriringan, demi tercapainya pendidikan madrasah yang unggul dan berkarakter.(*)
Editor : Thomas Priyandoko