Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lawan Arus Modern, Ketangguhan Perahu Tradisional PPU di Tengah Geliat Pembangunan IKN

Ari Arief • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:21 WIB

 

TRADISIONAL: Pembuat perahu kapal tradisional di Desa Kayu Api, Kecamatan Penajam, PPU.
TRADISIONAL: Pembuat perahu kapal tradisional di Desa Kayu Api, Kecamatan Penajam, PPU.

KALTIMPOST.ID, Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah warisan budaya tak benda di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap berdiri kokoh: seni pembuatan perahu tradisional.

Keterampilan yang diwariskan turun-temurun ini bukan hanya menghasilkan alat transportasi air, tetapi juga mahakarya seni bernilai tinggi yang kini siap menyambut peluang baru di era IKN.

Pusat dari keahlian bahari ini tersembunyi di Desa Kayu Api, Kecamatan Penajam, PPU. Nama desa ini seolah menegaskan identitasnya sebagai “surganya” pembuat perahu.

Di sini, Anda akan disambut oleh pemandangan deretan lambung kapal, mulai dari perahu nelayan mungil hingga kapal yang lebih besar, semuanya menanti sentuhan akhir dari tangan-tangan terampil. Media ini sempat berkunjung ke tempat tersebut, baru-baru ini.

Keunikan proses pembuatannya menjadi daya tarik utama. Para perajin di Kayu Api dengan bangga mempertahankan teknik kuno yang menolak paku besi.

Mereka hanya mengandalkan pasak kayu dan sistem sambungan yang diwariskan leluhur. Dengan alat-alat sederhana seperti kapak, pahat, dan gergaji, kayu-kayu pilihan diolah menjadi perahu yang dikenal memiliki daya tahan luar biasa--sebuah bukti filosofi bahwa yang tradisional belum tentu kalah dengan yang modern.

Perahu dari Penajam bukan sekadar alat untuk melaut. Setiap ukiran dan lekukan pada badan perahu membawa cerita kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir dan motif-motif khas daerah.

Ini menjadikan setiap kapal sebagai karya seni fungsional, memancarkan nilai estetika tinggi yang membedakannya dari perahu pabrikan.

“Setiap perahu punya 'roh'-nya sendiri. Kekuatan perahu ini ada pada pasaknya, pada bagaimana kita menghormati kayunya. Ini warisan yang harus kita jaga,” ujar salah satu perajin senior di Kayu Api.

Meski memiliki sejarah panjang dan keunikan yang tak tertandingi, para perajin menghadapi badai tantangan.

Sulitnya mencari pasokan kayu berkualitas, ancaman perubahan iklim, hingga gempuran perahu modern menjadi tantangan harian.

Namun, pembangunan IKN ternyata membawa “angin segar”. Kedekatan dengan Ibu Kota baru diprediksi akan meningkatkan permintaan terhadap kapal-kapal tradisional, terutama untuk kebutuhan pariwisata, dekorasi, hingga sebagai ikon budaya di kawasan Nusantara.

Ini membuka peluang besar bagi perajin untuk memperluas pasar mereka.

Pemerintah daerah dan komunitas kini gencar melakukan upaya pelestarian.

Berbagai inisiatif seperti pelatihan intensif bagi generasi muda, pengembangan desain perahu yang memadukan unsur tradisional dan modern, serta promosi gencar untuk menembus pasar wisata IKN dilakukan untuk memastikan warisan berharga ini tidak tenggelam ditelan zaman.

Keterampilan mengolah kayu menjadi karya seni yang kokoh dan fungsional oleh perajin di Penajam adalah aset berharga Kaltim.

Dengan dukungan dan apresiasi yang tepat, warisan bahari di gerbang IKN ini diharapkan akan terus berlayar, menjadi simbol ketangguhan budaya maritim Indonesia.

Editor : Hernawati
#perahu tradisional #perahu