Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disdukcapil PPU Ingatkan Perangkat Desa Waspada Penipuan dan Aktif Gunakan IKD, Ternyata Gunakan Modus Seperti Ini

Ahmad Maki • Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:23 WIB
WASPADAI: Waluyo (ketiga kiri) menegaskan Disdukcapil PPU tidak pernah meminta data pribadi lewat telepon. Aktivasi IKD hanya dilakukan langsung di kantor Disdukcapil.
WASPADAI: Waluyo (ketiga kiri) menegaskan Disdukcapil PPU tidak pernah meminta data pribadi lewat telepon. Aktivasi IKD hanya dilakukan langsung di kantor Disdukcapil.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Perangkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti sosialisasi terkait administrasi dan pemanfaatan data kependudukan, yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Penajam, Senin (20/10),

Forum yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) itu menegaskan tentang pentingnya waspada terhadap penipuan berkedok identitas digital.

Kepala Disdukcapil PPU Waluyo membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kelurahan dan Disdukcapil, dalam menyajikan layanan publik berbasis data yang akurat.

"Setiap tahun, data penduduk ditarik dua kali oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Itu kesempatan bagi desa dan kelurahan untuk mencocokkan kembali data yang mereka miliki agar tetap valid," ujarnya. Namun, bukan hanya soal pemutakhiran data. Waluyo juga mengenalkan program baru dari Kemendagri, yakni Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sebuah inovasi yang memungkinkan masyarakat menunjukkan identitasnya hanya melalui ponsel pintar.

"IKD memudahkan, tapi kita juga harus waspada. Jangan sampai masyarakat tertipu. Kami tegaskan, Disdukcapil tidak pernah meminta data pribadi lewat telepon. Aktivasi IKD hanya dilakukan langsung di kantor Disdukcapil," tegasnya.

Dia meminta seluruh peserta menyampaikan informasi tersebut ke warga di wilayah masing-masing. Waluyo mengingatkan kembali bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan tidak dipungut biaya alias gratis. Selain itu, masyarakat kini juga bisa mengakses layanan kependudukan secara daring melalui aplikasi Serambi Nusantara, solusi yang dinilai sangat membantu warga di wilayah terpencil atau jauh dari kantor layanan.

Dengan sosialisasi itu, Disdukcapil berharap masyarakat dan aparat desa semakin melek digital, waspada terhadap penipuan, dan aktif memanfaatkan layanan kependudukan yang semakin mudah diakses.

Dalam kesempatan tersebut, Waluyo juga menyinggung pentingnya kerja sama antarperangkat daerah dalam pemanfaatan data kependudukan. "Sudah ada enam perangkat daerah yang menjalin kerja sama. Kami berharap yang lain bisa menyusul atau memperbarui kerja sama yang sudah berakhir," katanya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#ikd #ppu #disdukcapil