Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Magisnya Sakura Tropis di Jalan Provinsi PPU, Tabebuya Mekar Kali Ketiga, Warga Rela Berhenti untuk Berfoto!

Ari Arief • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:29 WIB

 

PESONA SAKURA: Tabebuya ditanam Disperkimtan PPU 2019 kini mekar untuk kali ketiga. Pesonanya menyulap kawasan di jalan tersebut jadi mirip Negeri Sakura, Jepang.
PESONA SAKURA: Tabebuya ditanam Disperkimtan PPU 2019 kini mekar untuk kali ketiga. Pesonanya menyulap kawasan di jalan tersebut jadi mirip Negeri Sakura, Jepang.

KALTIMPOST.ID, Jalan Provinsi, Kilometer 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) kini bertransformasi menjadi koridor bunga yang memukau, seolah menyulap kawasan tersebut menjadi bagian dari Negeri Sakura, Jepang.

Ratusan pohon Tabebuya (Handroanthus chrysotricha) dengan warna-warni cerah merah muda, putih, kuning, dan ungu kembali serentak memamerkan keindahannya, persis di depan ikonik Taman Alun-alun Pemkab PPU.

Fenomena mekarnya 'Sakura Tropis' ini untuk beberapa kalinya telah menjadi magnet baru bagi masyarakat, bahkan bagi pengendara yang hanya melintas di jalur Trans Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Kalimantan Selatan (Kalsel) itu.

Pesona Tabebuya yang berbentuk terompet dan bergerombol ini memicu gelombang euforia di media sosial dan dunia nyata.

Tak sedikit warga yang sengaja datang, hanya untuk mengabadikan momen langka ini.

“Saya sengaja datang ke sini untuk melihat langsung bunga tabebuya. Suasananya benar-benar seperti di Jepang. Sangat indah!” kata seorang pengunjung yang tampak memarkirkan mobilnya dengan nomor kendaraan PPU di sisi jalan pada Sabtu (25/10).

Ia tampak turun bersama keluarganya, dan langsung minta diambil fotonya dengan latar belakang pemandangan bunga-bunga Tabebuya yang sedang bermekaran.

Bahkan, pemandangan ini sukses membuat para pelintas jalan dari luar Kaltim tak kuasa menahan diri. Beberapa kendaraan roda empat dan roda dua terlihat menepi sejenak.

Para pengendara dan penumpangnya langsung bergegas turun untuk berswafoto dengan latar belakang kanopi Tabebuya yang sedang berada di puncak mekar.

“Suasananya bagus banget," kata seorang wanita yang terlihat turun dari mobil berplat nomor luar daerah, sebelum melanjutkan perjalanannya.

Pemandangan semakin dramatis setelah angin kencang menerpa kawasan tersebut. Kelopak-kelopak Tabebuya berguguran, menciptakan “karpet bunga” berwarna-warni yang menutupi kaki pohon dan bahkan badan jalan.

Momen ini justru menambah nuansa estetis yang lebih mendalam dan semakin memperkuat perbandingan dengan fenomena bunga Sakura di Jepang.

Keindahan ini pun dengan cepat viral. Berbagai unggahan foto dan video bermekaran di platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan kanal YouTube, menjadikan Tabebuya PPU sebagai tren konten lokal yang sangat menarik perhatian.

Bunga Tabebuya yang kini dinikmati masyarakat PPU merupakan hasil program penanaman yang dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU pada 2019.

Menurut keterangan Ika Yanuaris yang kala itu menjabat kepala seksi Pertamanan, proyek ini menanam sekitar 540 tegakan bibit Tabebuya yang dibeli dari Malang, Jawa Timur.

Inspirasi penanaman ini didapat setelah tim Pemkab PPU melihat pertumbuhan yang sangat menarik di Surabaya, Jawa Timur.

“Awalnya kami sempat pesimistis apakah akan berbunga di sini. Namun setelah empat tahun, ia mulai berbunga pada awal Oktober 2023. Dan kini, pada Oktober 2024, ini adalah mekar kedua kalinya,” jelas Ika Yanuaris. Artinya, saat bunga Tabebuya bermekaran pada Oktober 2025 ini adalah merupakan mekar kali ketiga.

Saat ini, Tabebuya tersebut tersebar di beberapa titik strategis, termasuk di Kilometer 9 dengan jarak tanam 6 meter, dan juga membentang hingga 3 kilometer dari Gerbang Madani sampai Bundaran Jalan Kelurahan Sungai Parit.

Keberhasilan ini tidak hanya mempercantik PPU tetapi juga memberikan landmark visual baru yang patut dibanggakan.

Editor : Hernawati
#tabebuya #pohon sakura #jalan