Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kekompakan Sandry Ernamurty & Siska Tangdibali Hidupkan Kampung Inggris di PPU

Nasya Rahaya • Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:18 WIB
PENGAKUAN: Penghargaan bergengsi diraih oleh Yayasan SanSis Children Kampung Inggris dan Sandry Ernamurty dalam ajang WAA Tahun 2024 di Bali.
PENGAKUAN: Penghargaan bergengsi diraih oleh Yayasan SanSis Children Kampung Inggris dan Sandry Ernamurty dalam ajang WAA Tahun 2024 di Bali.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Dari bisnis hotel, Sandry Ernamurty bersama sahabatnya Siska Tangdibali melahirkan sebuah gerakan sosial. Pemilik The Rich Hotel di Kelurahan Lawe-Lawe, Penajam, tersebut membentuk Kampung Inggris, ruang belajar bahasa Inggris gratis bagi anak-anak di Penajam lewat yayasan yang diberi nama SanSis Children.

Hotel The Rich mulai beroperasi pada 2018. Hotel ini berperan penuh terhadap berjalannya yayasan SanSis Children. Meski hotel tersebut hanya berklasifikasi bintang dua dengan 30 kamar dan kondisi okupansi di Penajam naik-turun, Sandry mengaku tetap konsisten mendukung yayasan.

“Bisnis hotel ada pasang surutnya, tapi ini soal komitmen. Bagi kami, investasi terbaik adalah membangun SDM (sumber daya manusia, Red),” ujarnya.

Awalnya, Siska memulai usaha perhotelan ini setelah pulang dari Australia. Ia ingin membangun kampung halamannya di Kelurahan Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara (PPU) dengan usaha perhotelan. Sandry kemudian diajak bergabung untuk bersama-sama mengelola bisnis tersebut.

“Kenapa kami memilih perhotelan? Karena hotel itu bisnis yang tidak pernah basi. Selalu ada orang yang butuh, walaupun pasti ada naik turunnya,” kata Sandry kepada Kaltim Post. Ia dan Siska memang memiliki latar belakang pendidikan di bidang hospitality, sehingga merasa cocok untuk menekuni usaha hotel.

Namun, bagi mereka usaha tidak hanya sekadar mencari keuntungan. Dari hotel itulah lahir ide menyalurkan corporate social responsibility (CSR) dengan cara berbeda. “Kalau hanya memberi uang, itu cepat habis. Kami ingin sesuatu yang bisa benar-benar mengembangkan potensi masyarakat,” ujar Sandry.

Maka, pada Oktober di tahun yang sama atau setelah hampir setengah tahun berdirinya hotel, mereka mulai membuka kelas bahasa Inggris gratis bagi anak-anak sekitar Lawe-Lawe. Awalnya, kelas kecil ini hanya memanfaatkan pendopo kelurahan. Muridnya sekitar 30 orang. Seiring berjalannya waktu jumlahnya terus bertambah, bahkan datang dari desa-desa lain, di Penajam.

Keterbatasan tempat membuat Sandry dan Siska mencari solusi. Salah satunya bekerja sama dengan CSR dari Pertamina Refinery Unit V Balikpapan. “Selama pembangunan di Lawe Lawe, Pertamina membantu pembiayaan sebanyak 25 persen, sisanya dari dana CSR The Rich Hotel,” ungkap Sandry.

Lahirlah yayasan SanSis Children. Nama itu diambil dari singkatan Sandry dan Siska, digabung dengan kata “children” untuk menegaskan dedikasi bagi anak-anak. Kini, kegiatan belajar berlangsung di lahan milik Siska seluas setengah hektare di RT 3 Lawe-Lawe, yang ia pinjamkan gratis untuk 25 tahun ke depan.

Kampung Inggris SanSis Children resmi berjalan pada 2020. Hingga kini, lebih dari 370 anak usia 7–18 tahun belajar di sana setiap sore, Senin hingga Jumat. Mereka dibagi ke dalam kelas beginner dan intermediate dengan metode 70 persen bermain, 30 persen belajar teori. Empat tutor berpengalaman mengajar, dibantu delapan staf lain yang mendukung operasional.

Semua biaya operasional mulai dari gaji guru, listrik, hingga perawatan lahan ditanggung penuh oleh Sandry dan Siska melalui The Rich Hotel. “Kami ingin benar-benar gratis. Anak-anak cukup membawa foto dan kartu keluarga saat mendaftar,” kata Sandry.

Upaya ini pun mendapat pengakuan. Pada Agustus 2024, Yayasan SanSis Children, Kampung Inggris dan Sandry Ernamurty mendapat penghargaan dalam ajang World Achievement Assosiation (WAA) di Bali.

Yayasan SanSis Children mendapat The Golden Education After School Program 2024, kemudian Sandry sebagai sosok dibalik yayasan tersebut mendapat penghargaan The Golden Inspiring Educator Woman 2024.

Kini, Kampung Inggris Sansis Children tak hanya menjadi ruang belajar, tapi juga simbol bagaimana sebuah bisnis lokal bisa memberi dampak sosial yang nyata. Dari Lawe-Lawe, semangat Sandry dan Siska untuk membangun generasi Penajam terus hidup melalui setiap kata Bahasa Inggris yang dipelajari anak-anak. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penajam paser utara #gerakan sosial #bisnis hotel #ruang belajar #bahasa inggris