Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mudyat Buka Festival Belian Adat Paser Nondoi 2025, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Ahmad Maki • Senin, 3 November 2025 | 19:38 WIB

Mudyat Noor (dua kiri) bersama Abdul Waris Muin (kiri) dan Raup Muin (dua kanan) menabuh petep saat pembukaan resmi Festival Belian Nondoi.
Mudyat Noor (dua kiri) bersama Abdul Waris Muin (kiri) dan Raup Muin (dua kanan) menabuh petep saat pembukaan resmi Festival Belian Nondoi.

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka Festival Belian Adat Paser Nondoi Tahun 2025 yang digelar di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, Senin (3/11/2025).

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri para pemangku adat, tokoh masyarakat, budayawan, serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan perayaan budaya tahunan tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kalimatan Timur (Kaltim), Ririn Sari Dewi, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU, Raup Muin, Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Musa, serta pimpinan jajaran instansi vertikal PPU.

Baca Juga: LAP PPU Harap Pemerintah Peduli Budaya dan Selesaikan Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau

Mudyat Noor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. Menurutnya, festival tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Paser sekaligus mempererat persatuan masyarakat Penajam Paser Utara di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Ia menegaskan, budaya Paser bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi merupakan nilai luhur yang relevan untuk membangun masa depan, terlebih di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian wilayahnya berada di PPU.

“Melalui Festival Belian Adat Paser Nondoi ini, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama melestarikan dan merawat kebudayaan lokal sebagai bagian dari identitas jati diri bangsa,” ujar Mudyat.

Ia menambahkan bahwa budaya Paser bagian dari nilai luhur yang dapat memperkuat karakter dan semangat masyarakat di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Baca Juga: Pembangunan Rumah Singgah ODGJ di PPU Capai 25 Persen, Rampung Desember

Mudyat juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemangku adat, seniman, budayawan, serta seluruh masyarakat yang dengan penuh ketulusan menjaga tradisi Belian Adat Paser Nondoi, sehingga dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk belajar, mengenal, dan mencintai budaya sendiri agar tetap lestari sepanjang masa.

Tahun ini, Festival Belian Adat Paser Nondoi mengusung tema “Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai” yang bermakna “Satu Ikatan Sebangsa dan Satu Tanah Air.” Tema tersebut, kata Mudyat, mengandung pesan persatuan yang kuat, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu tanpa memandang status sosial maupun golongan dalam membangun Benuo Taka, Gerbang Nusantara.

“Festival ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap warisan leluhur yang menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ungkapnya.

Baca Juga: Bahas Regulasi: DPRD PPU Dorong Pemajuan dan Pelestarian Adat Paser

Lebih lanjut, Mudyat Noor menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan daerah sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Ia berharap, melalui festival ini dapat muncul semangat baru untuk menggali, mendokumentasikan, dan memperkenalkan budaya Paser kepada Indonesia bahkan dunia.

“Seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan dengan mengharapkan ridho serta petunjuk Allah SWT, saya nyatakan Festival Belian Adat Paser Nondoi Tahun 2025 secara resmi dibuka,” ucapnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Mudyat Noor #Penajam Paser Utara (PPU) #Festival Belian Adat Paser Nondoi