Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati PPU dan Kepala OIKN Sepakat Dorong Sinergi Bangun IKN, Begini Harapan Bupati PPU

Ahmad Maki • Senin, 10 November 2025 | 10:42 WIB
KOMITMEN: Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Rifqinizami Karsayuda (ketiga kanan) dan Mudyat Noor, berkomitmen memajukan IKN.
KOMITMEN: Basuki Hadimuljono (kedua kanan) bersama Rifqinizami Karsayuda (ketiga kanan) dan Mudyat Noor, berkomitmen memajukan IKN.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM—Silaturahmi Regional Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali, resmi berakhir  Minggu (9/11) malam.

Acara penutupan ditandai doa bersama, pemotongan tumpeng, serta peringatan ulang tahun ke-59 KAHMI di Gedung Kemenko 3, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan bertema Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju, dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI sekaligus ketua Komisi II DPR RI, Dr Rifqinizami Karsayuda, beberapa gubernur, serta pengurus KAHMI Nasional.

Mudyat mengatakan, keberadaan KAHMI harus terus memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Dia mengajak seluruh anggota KAHMI turut berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan daerah, termasuk di wilayah PPU.

“Kami sebagai bagian dari KAHMI memiliki tanggung jawab besar mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Semoga KAHMI terus memberi manfaat, dan mampu merumuskan langkah strategis dalam membangun peradaban bangsa,” ujar Mudyat.

Bupati juga menyoroti perkembangan pesat di Kalimantan yang kini menjadi pusat perhatian nasional melalui pembangunan IKN. Dia berharap pemerintah pusat tidak hanya fokus pada kawasan inti, tetapi juga memperhatikan daerah penyangga seperti Kabupaten PPU.

“Dulu wilayah timur Indonesia sering tertinggal, tapi kini Kalimantan menjadi pusat pembangunan. Kami berharap perhatian pemerintah pusat juga diarahkan ke PPU agar pembangunan berjalan merata,” tambahnya.

Sementara itu, Basuki Hadimuljono menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan pembangunan tahap kedua IKN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79/2025. “Perpres 79/2025 menjadi dasar pelaksanaan tahap kedua pembangunan IKN, termasuk penyelesaian prasarana legislatif dan yudikatif hingga 2028. Saat itu, IKN ditargetkan akan menjadi ibu kota politik Indonesia,” jelas Basuki.

Dia juga mengungkapkan, sebanyak 9.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan secara bertahap dipindahkan ke IKN hingga 2028. Saat ini, sekitar 2.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga sudah mulai menempati kawasan IKN.

“Kami bekerja dengan niat baik untuk membangun IKN sebagai simbol kemajuan bangsa. Mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk KAHMI, agar amanah itu bisa terlaksana dengan baik,” ucap Basuki. (*)

Editor : Dwi Restu A
#penyangga #penajam paser utara #IKN #pembangunan