KALTIMPOST.ID, PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) berencana menambah jumlah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri di setiap kecamatan. Namun, rencana tersebut masih terkendala masalah ketersediaan lahan, khususnya di Kecamatan Waru dan Kecamatan Sepaku.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan saat ini terdapat 157 lembaga TK dan PAUD di Kabupaten PPU. Dari jumlah tersebut, baru dua lembaga berstatus negeri, yakni TK Negeri Pembina 1 di Kecamatan Penajam dan TK Negeri Pembina 2 di Kecamatan Babulu.
“Daya tampung kedua TK Negeri tersebut sudah maksimal. Setiap tahun pendaftar selalu melebihi kapasitas karena jumlah ruang kelas terbatas,” jelas Durajat, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, idealnya setiap kecamatan memiliki minimal satu TK Negeri sebagai lembaga percontohan dan pusat pembinaan bagi PAUD lainnya.
“Untuk wilayah Penajam bisa dua atau tiga TK Negeri karena luas wilayahnya. Tapi untuk sementara, kami fokus agar Waru dan Sepaku bisa memiliki satu dulu,” ujarnya.
Durajat menyebut, kendala utama pembangunan TK Negeri di Waru dan Sepaku adalah persoalan lahan. Meski pemerintah daerah memiliki sejumlah aset tanah, namun lokasinya belum sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini.
“Kalaupun ada tanah milik Pemda atau kelurahan, lokasinya terlalu jauh dari permukiman penduduk. Padahal TK itu seharusnya berada di kawasan yang ramai dan mudah dijangkau masyarakat,” terang Durajat.
Ia mencontohkan, di wilayah Lawe-Lawe terdapat lahan seluas 6,8 hektare, di mana 5 hektare telah digunakan untuk sekolah rakyat. Namun, sisanya dinilai kurang strategis untuk pembangunan TK Negeri karena letaknya jauh dari permukiman.
Karena itu, pihaknya berharap pembelian lahan baru bisa dianggarkan oleh bagian aset daerah, terutama untuk wilayah Waru dan Sepaku. “Kami berharap ada dukungan penganggaran untuk pembelian lahan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani