KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor kini tengah menjadi sorotan. Menjelang satu tahun masa jabatannya, belum terlihat adanya perombakan atau mutasi pejabat di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Padahal, struktur birokrasi saat ini masih didominasi oleh pejabat warisan pemerintahan terdahulu.
Lambatnya kinerja sejumlah OPD dinilai masyarakat kurang berdampak pada pembangunan. Oleh karena itu, desakan agar Bupati segera melakukan penyegaran birokrasi semakin menguat demi percepatan realisasi program kerja.
Ketua LSM Gunakan Tenagamu untuk Rakyat (Guntur), Kasim Assegaf, turut angkat bicara. Ia menilai mutasi pejabat adalah langkah strategis untuk memastikan visi-misi Bupati berjalan lancar.
"Mutasi memang hak prerogatif Bupati, namun harus segera dilakukan dengan basis kompetensi dan loyalitas. Ini penting agar mesin birokrasi berjalan harmonis dan pelayanan publik meningkat," ujar Kasim Assegaf, Rabu (19/11).
Meski demikian, Kasim Assegaf mengajak publik memaklumi kendala teknis yang ada, mengingat anggaran tahun ini masih merupakan produk pemerintahan lama. Ia optimistis, pada 2026 nanti, program prioritas Bupati Mudyat akan berjalan maksimal karena kendali anggaran sudah sepenuhnya di tangan Bupati.
Di sisi lain, Kasim Assegaf juga mengingatkan Bupati untuk mewaspadai oknum yang mencatut namanya demi keuntungan pribadi serta mendorong Bupati lebih agresif melobi pemerintah pusat untuk menambal penurunan APBD daerah.(*)
Editor : Thomas Priyandoko