PENAJAM - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rozihan Azward, menyampaikan keprihatinannya atas penurunan tingkat konsumsi ikan masyarakat. Berdasarkan data terbaru, tingkat konsumsi ikan masyarakat PPU berada pada angka 48,8 kilogram per kapita per tahun, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 62,5 kilogram per kapita.
Di sisi lain, produksi perikanan di PPU justru menunjukkan tren positif. Produksi ikan budi daya tahun ini berhasil mencapai target sebesar 12.000 ton, sedangkan produksi ikan tangkap tercatat berada di angka 6.000–6.500 ton.
Menurut Rozihan, fluktuasi hasil tangkapan nelayan dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi alam yang tidak menentu. “Produksi kita tinggi dan target budi daya sudah tercapai, tetapi konsumsi masyarakat turun. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Rozihan, Jumat (21/11/2025).
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perikanan PPU kembali mengintensifkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak sekolah, ibu rumah tangga, dan komunitas lokal, melalui kegiatan sosialisasi, kampanye gizi, hingga pembagian produk olahan ikan.
Baca Juga: Wabup PPU Lepas Gowes KOSEINDO Tour de’ Jakarta-IKN
Rozihan menjelaskan bahwa pihaknya rutin mengadakan edukasi tentang manfaat ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, termasuk kegiatan memasak bersama, demo olahan ikan, serta kampanye melalui media lokal. Harapannya, masyarakat dapat semakin mengenal beragam jenis ikan dan tertarik memasukkannya ke dalam menu harian.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa ikan tidak hanya mudah didapat, tetapi juga sangat kaya nutrisi. Lewat Gemarikan, kami dorong kesadaran bahwa makan ikan itu sehat, murah, dan bergizi,” ungkapnya.
Rozihan menegaskan bahwa peningkatan konsumsi ikan sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting. Ikan mengandung protein, omega-3, vitamin, dan mineral esensial yang penting untuk pertumbuhan anak.
Baca Juga: Anggota DPRD PPU Bijak Ilhamdani Desak Pansus Reforma Agraria DPR RI Bedah Status Aset Delineasi IKN
“Bahan baku ikan dapat memenuhi gizi masyarakat dan sangat efektif dalam mencegah stunting. Kandungan gizi ikan membantu perkembangan otak dan pertumbuhan tubuh anak,” jelasnya. Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan bukan hanya soal pola makan, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di PPU.
“Melalui langkah program Gemarikan, tingkat konsumsi ikan akan kembali meningkat sejalan dengan tingginya produksi perikanan daerah. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ketersediaan ikan lokal sebagai menu harian demi kehidupan yang lebih sehat dan kuat,” imbuhnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki