Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Polres PPU Jaring Lebih dari 2.600 Pelanggar Selama Sepekan Operasi Zebra  

Ahmad Maki • Senin, 24 November 2025 | 13:57 WIB
Personel Satlantas memeriksa kelengkapan dokumen anggota Polres PPU.
Personel Satlantas memeriksa kelengkapan dokumen anggota Polres PPU.

 

PENAJAM — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara (PPU) mencatat lebih dari 2.600 pelanggaran lalu lintas selama satu minggu pelaksanaan Operasi Zebra.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres PPU, AKP Rhondy Hermawan, Senin (24/11/2025). AKP Rhondy menjelaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini menyasar sejumlah pelanggaran prioritas.

“Salah satunya itu balap liar, kemudian knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan seat belt bagi pengendara roda empat. Kemudian pengendara di bawah umur yang tidak memiliki SIM, serta pengendara yang di bawah pengaruh minuman alkohol. Itu beberapa sasaran prioritas,” jelasnya.

Selain pelanggaran utama tersebut, Satlantas juga menindak kendaraan-kendaraan yang tidak sesuai aturan teknis lain. Dalam sepekan operasi, jumlah pelanggar yang terekam melalui sistem ETLE atau tilang elektronik, mencapai sekitar 2.000 kasus.

“Kalau yang terjaring by ETLE itu sekitar 2.000-an. Kalau manualnya sekitar 600,” ujar Rhondy.

Dari penindakan manual tersebut, sekitar 50 pelanggar dikenakan tilang di tempat. Rhondy menyebut pelanggaran paling fatal masih didominasi pengendara yang tidak membawa SIM dan STNK.

“Bukan bodong ya, artinya mereka terkadang lupa bawa dompet. Tapi tetap, ketika tidak ada SIM atau tidak ada STNK, kita tetap amankan,” tegasnya.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kendaraan bodong, meski masih banyak pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat-surat saat pemeriksaan awal.

Rhondy menambahkan, masyarakat yang bisa menunjukkan dokumen kendaraannya kemudian diberikan kesempatan untuk melengkapi sebelum ditindak lebih lanjut. “Kalau mereka bisa menunjukkan surat-suratnya, ya kita kembalikan dan tidak kita tilang,” ucapnya.

Tidak hanya masyarakat, penertiban juga dilakukan kepada personel internal Polres PPU. Satlantas bekerja sama dengan Propam untuk memastikan seluruh anggota turut mematuhi aturan lalu lintas.

“Hari ini berkaitan dengan Operasi Zebra, artinya kita tidak hanya menyasar masyarakat. Kita tetap menertibkan anggota Polres PPU, berkolaborasi dengan Propam,” kata Rhondy.

Setiap anggota yang memasuki kantor Polres diperiksa kelengkapan kendaraannya. Menurut Rhondy, sebagian besar sudah memenuhi syarat, termasuk kepemilikan SIM serta kepatuhan membayar pajak.

“Kalau ada yang suratnya tertinggal, tindak lanjutnya sama seperti masyarakat. Saya perintahkan untuk video call atau mengambil suratnya terlebih dahulu, dan tidak kita tilang,” ungkapnya.

Dalam seluruh rangkaian Operasi Zebra ini, Rhondy menegaskan bahwa edukasi tetap menjadi pendekatan utama. “Kita lebih mengedepankan edukasi kepada masyarakat supaya kesadaran tumbuh lebih tinggi lagi,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#etle #polres ppu #stnk #operasi zebra #satlantas