KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Penajam Paser Utara (PPU), Sodikin, memaparkan kondisi terbaru terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah PPU menjelang akhir tahun.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Pertamina beberapa waktu lalu, jatah BBM untuk PPU diperkirakan telah habis pada November ini.
“Berdasarkan pertemuan kita beberapa waktu lalu, memang hasil rapat koordinasi dengan teman-teman Pertamina menyebutkan bahwa jatah BBM itu diperkirakan November itu sudah habis,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Sodikin menerangkan bahwa apabila terjadi kekurangan BBM, mekanisme yang dapat dilakukan adalah pergeseran jatah antar SPBU, antar kabupaten dan kota, hingga antarprovinsi. Namun ia menegaskan, penambahan kuota tidak dapat dilakukan karena kuota BBM sudah ditetapkan pada tahun sebelumnya.
“Kalaupun ada persoalan kekurangan BBM ketika November atau bulan ini habis, solusinya adalah pergeseran jatah antar SPBU, antar kabupaten dan kota, kemudian antarprovinsi. Tidak bisa menambah kuota karena itu sudah ditetapkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Sodikin mengakui kondisi di lapangan saat ini masih terlihat aman. Pihaknya juga belum menerima konfirmasi lebih lanjut dari Pertamina, apakah kuota yang ada masih merupakan jatah PPU atau sudah terjadi pergeseran dari daerah lain.
Terkait kuota tahun depan, Sodikin menyampaikan bahwa kuota BBM untuk 2026 sudah dibahas dan ditetapkan. Pemerintah daerah kini tinggal menunggu realisasi dari keputusan tersebut.
“Untuk 2026, kuotanya sudah ada jumlahnya. Tinggal kita menunggu saja. Jatah tahun ini sudah ditentukan tahun sebelumnya, sehingga penambahan kuota tidak bisa lagi kecuali melalui pergeseran tadi,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan pola koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah ketika terjadi kekurangan BBM mendadak.
Biasanya, kata dia, pemerintah langsung turun ke lapangan bersama perwakilan Pertamina untuk mengidentifikasi penyebab dan menentukan langkah cepat.
“Koordinasi kita biasanya langsung bertemu perwakilan Pertamina di lapangan, rapat di pom, melihat apa yang kurang dan sebagainya,” katanya.
Menjelang Desember dan momen Natal serta Tahun Baru (Nataru), Sodikin juga mengingatkan potensi terjadinya peningkatan konsumsi yang dapat menyebabkan kelangkaan. Pemerintah daerah, katanya, akan melakukan koordinasi lanjutan untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
“Desember ini kan Natal dan Tahun Baru. Kemungkinan juga terjadi kelangkaan dengan meningkatnya kebutuhan. Makanya akan ada koordinasi lebih lanjut sebagai persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). Kita lihat lagi ketersediaan kuota BBM itu,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto