Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

KKP Beri Sinyal Positif Soal Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di PPU, Ternyata Ini Poin Penting yang Disampaikan Bupati

Ahmad Maki • Kamis, 27 November 2025 | 12:20 WIB
PAPARKAN: Mudyat Noor memaparkan potensi perikanan yang besar, baik tangkap maupun budidaya.
PAPARKAN: Mudyat Noor memaparkan potensi perikanan yang besar, baik tangkap maupun budidaya.

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memberikan sinyal positif terhadap usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan penguatan sektor perikanan yang diajukan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, dalam audiensi resmi di Jakarta, Selasa (25/11).

Bupati menegaskan bahwa PPU memiliki potensi perikanan yang besar, baik tangkap maupun budidaya. “Potensi perikanan kami membentang sepanjang garis pantai sekitar 272 kilometer mulai Kelurahan Maridan, Pantai Lango, Nenang, Sesumpu, Tanjung Jumlai, Muara Tunan, Api-Api hingga Desa Babulu Laut,” ujar Mudyat Noor.

Potensi besar tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Menurutnya, akses pasar, fasilitas pendukung, hingga kelancaran tata niaga hasil tangkapan masih perlu diperkuat. Karena itu, Pemkab PPU mengajukan sejumlah program prioritas kepada KKP.

Usulan tersebut mencakup pengembangan Pelabuhan Perikanan (PPI) Api-Api, termasuk revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang akan dikelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di delapan titik strategis, yaitu Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Sesulu, Api-Api, dan Babulu Laut.

Mudyat juga mengusulkan pembangunan breakwater di Sungai Nenang untuk mendukung keselamatan aktivitas pelabuhan dan kapal nelayan. “Itu bagian dari strategi kami membuka akses pasar, memperkuat tata niaga, serta mempercepat pemberdayaan nelayan,” tegas Mudyat.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Komjen Pol (Purn) Drs Lotharia Latif yang memimpin audiensi menyambut baik gagasan yang diajukan pemerintah daerah. KNMP merupakan program prioritas nasional yang sedang terus diperluas.

“Sampai tahun ini, dari total target 100 titik pembangunan KNMP, baru 65 titik yang telah disetujui. Pada tahun 2026, target pembangunan meningkat hingga 1.000 titik. Kami berharap PPU dapat mengusulkan seluruh titik potensial yang dimiliki,” jelas Lotharia.

Pembangunan breakwater dan fasilitas pendukung lainnya dapat dipertimbangkan lebih lanjut apabila memenuhi syarat teknis dan kebutuhan nelayan setempat.

Menanggapi dukungan tersebut, Bupati PPU menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pemenuhan kelengkapan dokumen. “Saya berharap seluruh SKPD teknis dapat segera menindaklanjuti usulan itu agar KKP dapat memprosesnya sesuai ketentuan,” katanya.

Mudyat juga memastikan DPRD akan dilibatkan dalam pengawasan untuk mempercepat penyusunan proposal dan dokumen teknis. “Targetnya pembangunan KNMP dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga nelayan di PPU,” tegasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD PPU Sujiati dan Tohirun, Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Azwad, serta Sekretaris Bapelitbang PPU, Ade Embongbulan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#potensi perikanan #Mudyat Noor #ppu #kkp