KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Roman Rading menyampaikan apresiasi atas capaian atlet pelajar PPU yang berhasil meraih dua medali emas dan 10 perunggu, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur XVII, khususnya pada cabang olahraga pencak silat.
Roman Rading turut hadir mengalungkan medali kepada para juara, menilai bahwa prestasi tersebut menjadi momentum penting bagi PPU untuk memperkuat pembinaan atlet daerah.
“Kita sudah menghasilkan medali, dan ini perdana untuk PPU di cabor silat pada Popda XVII. Ini luar biasa dan tentu harus ditindaklanjuti,” ujar Roman, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan, baik unsur pemerintah maupun legislatif harus memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap perkembangan cabang olahraga pencak silat di PPU.
Menurutnya, prestasi yang telah diraih para atlet tidak boleh berhenti hanya pada perhelatan Popda, melainkan harus dibarengi dengan pembinaan sistematis.
“Harapan kita adalah mendorong pemerintah supaya ada pembinaan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemain, pelatih, dan pemerintah itu penting. Kami dari DPR sangat responsif terhadap cabor ini, termasuk para atletnya,” tambahnya.
Roman menilai potensi pencak silat di PPU sangat besar. Hampir seluruh kecamatan memiliki kelompok latihan dan pembinaan, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal pendanaan dan peningkatan kualitas SDM pelatih maupun official.
“Potensinya luar biasa. Pembinaan ada hampir di semua kecamatan. Tapi support masih minim, baik untuk pelatih maupun official. Beberapa cabor, termasuk silat, masih menghadapi kendala pembiayaan. Anggaran kita memang masih jauh dari harapan,” jelas Roman.
Terkait anggaran hibah untuk cabang olahraga, termasuk pencak silat, Roman menyebutkan bahwa pembahasannya masih berlangsung karena belum masuk dalam tahap pengisian anggaran.
Meski demikian, sebagai anggota DPRD PPU, Roman Rading tetap mendorong agar perhatian terhadap seluruh cabor terus ditingkatkan, terutama karena PPU kini menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita selalu beri perhatian ke seluruh cabor. Ini juga soal daya tarik daerah lain terhadap perkembangan olahraga kita. Apalagi kita berada di wilayah IKN, jadi tidak boleh ketinggalan. pemerintah daerah harus memberi perhatian khusus pada dana pembinaan dan pembiayaan, termasuk bonus bagi atlet peraih medali. Mestinya begitu,” tegasnya.
Roman berharap capaian emas Popda ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga pencak silat di PPU. Dengan dukungan pemerintah, KONI, serta komunitas olahraga.
"Saya optimistis prestasi atlet PPU dapat terus meningkat di masa mendatang," imbuhnya. (*)
Editor : Duito Susanto