KALTIMPOST.ID,PENAJAM -Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mangun Karya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mereka berhasil meraih gelar Juara Kategori Utama Terbaik Bidang Literasi dalam ajang bergengsi KIM Fest 2025 yang diselenggarakan di Alun-Alun Kota Tangerang, Banten, baru-baru ini.
Penghargaan tertinggi tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya.
KIM Mangun Karya, yang mewakili Provinsi Kalimantan Timur, berasal dari Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, PPU. Keberhasilan mereka tak lepas dari tema yang diusung dalam partisipasi tahunan tersebut yaitu adat budaya Paser.
Promosi Budaya dan Produk Lokal Unggulan
Melalui tema adat budaya Paser, yang merupakan salah satu suku asli Kalimantan Timur, KIM Mangun Karya menyajikan kekayaan budaya Paser kepada masyarakat nasional. Beberapa item budaya yang mereka tampilkan antara lain, berupa kerajinan tas rotan anyaman khas Paser yang dikenal sebagai “Anjat” dan senjata tradisional “Mandau Paser”.
Baca Juga: Diskominfo Dorong 24 KIM PPU Melalui Penguatan Literasi dan Inisiatif Masyarakat
Kemudian berkategori kesenian yaitu pertunjukan musik gambus dan kalung tradisional Belian “sambang sambit”.
Selain mengangkat budaya, KIM Mangun Karya juga sukses memperkenalkan produk-produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Bangun Mulya, seperti Batik Sekar Buen, kue Umbikoe, dan keripik kulit singkong.
Kreativitas Digital dan Seni Panggung
Aktivitas kreatif yang selama ini rutin dijalankan oleh KIM Mangun Karya juga ikut dipamerkan dalam festival tersebut, termasuk kegiatan podcast, sesi live streaming, dan pengoperasian Radio FM Swara Bangun Mulya.
Puncak penampilan mereka adalah tarian daerah Paser yang memukau, yaitu tarian “Nyaronyerua”, yang berhasil mencuri perhatian dan animo besar dari para pengunjung KIM Fest 2025.
Pencapaian luar biasa ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten PPU dan Provinsi Kalimantan Timur, tetapi juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi KIM Mangun Karya untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan di ranah informasi dan literasi nasional. (*)
Editor : Uways Alqadrie