KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini memiliki pemimpin baru.
Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) LAKI PPU yang digelar di Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, Sabtu, 29 November 2025, Andi Nurhakim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC LAKI PPU 2025-2030.
Muscab ini diadakan menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya, yang sempat menyebabkan kekosongan pucuk pimpinan organisasi anti-korupsi tersebut.
Dalam sambutan perdananya, Andi Nurhakim langsung menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan sekaligus memaparkan visi strategisnya.
Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinannya, LAKI siap menjalankan tugas sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan memperkuat peran kontrol sosial masyarakat.
Andi menegaskan bahwa keberadaan LAKI di PPU bertujuan untuk menjadi mitra strategis bagi seluruh elemen, bukan mencari musuh.
“Saya menyampaikan terima kasih atas amanah ini. LAKI siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, media, serta seluruh elemen masyarakat PPU, untuk bersama-sama memperkuat upaya pencegahan korupsi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan utama organisasi. “Kami ingin Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daerah yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi. Tidak boleh ada ruang bagi praktik penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan anggaran rakyat,” lanjut Andi Nurhakim.
Sebagai langkah awal, LAKI DPC PPU akan fokus pada tiga program kerja prioritas yaitu penyusunan program kerja dengan merancang agenda organisasi yang terukur.
Membuka ruang konsultasi dengan menyediakan posko dan ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi korupsi.
"Pemantauan anggaran aktif dengan melakukan pemantauan intensif terhadap penggunaan anggaran daerah demi memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Muscab LAKI PPU ditutup dengan pernyataan solid dari seluruh peserta yang berkomitmen untuk mendukung kepengurusan baru.
Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran kontrol sosial LAKI dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara ke depan. (*)
Editor : Almasrifah