Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati PPU Bahas Implementasi CINTA BKKBN, Percepat Penurunan Stunting  

Ahmad Maki • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:05 WIB

Mudyat Noor berdiskusi dengan jajaran Wakil menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Mudyat Noor berdiskusi dengan jajaran Wakil menteri Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
 

 

JAKARTA — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menggelar audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas strategi percepatan penurunan stunting melalui penguatan edukasi keluarga berisiko serta penerapan Program Cegah Stunting Ibu Anak Tangguh Aktif (CINTA).

Mudyat Noor menjelaskan bahwa program CINTA dirancang untuk meningkatkan pemahaman keluarga terkait gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, hingga pola pengasuhan yang tepat.

“Program CINTA bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi pendampingan menyeluruh agar ibu dan keluarga mampu berperan aktif dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Mudyat Noor.

Ia menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara terarah agar keluarga dapat menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan sehat bagi anak. Menurutnya, penguatan edukasi menjadi langkah fundamental untuk mencegah risiko stunting sejak awal.

Mudyat Noor juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terhadap implementasi program CINTA yang akan bergulir pada 2026.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami yakin program ini akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan keluarga berkualitas serta menekan angka stunting di PPU,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penempatan ibu dan anak, terutama remaja perempuan, sebagai pilar utama program merupakan kunci dalam pencegahan masalah keluarga, seperti pernikahan dini, kekurangan gizi, hingga risiko kematian ibu dan anak.

Program CINTA sendiri mengedepankan pendekatan holistik dan integratif berbasis pembangunan keluarga. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

Mudyat menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan. “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pola komunikasi yang baik, penguatan karakter, serta hubungan keluarga yang harmonis,” ucapnya.

Ia ingin memastikan bahwa setiap anak PPU memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang optimal. Mudyat Noor berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BKKBN terus diperkuat.

“Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis PPU dapat menjadi daerah dengan keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” imbuhnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#audiensi #Mudyat Noor #Penajam Paser Utara (PPU) #bkkbn