KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Suasana Minggu pagi yang tenang di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Site 2, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan mendadak mencekam.
Seorang pria tak dikenal mengamuk, menghunuskan senjata tajam jenis Mandau, dan menebar ancaman mematikan kepada para pekerja, Minggu (07/12/2025).
Insiden ini telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Sepaku oleh korban sekaligus pelapor, IN (29), dengan nomor laporan TBL/135/XII/2025/Sek Sepaku atas dugaan pengerusakan dan pengancaman dengan senjata tajam.
Bermula dari Sapaan
Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian yang dikutip media ini, Senin (8/12) peristiwa bermula sekitar pukul 07.50 Wita. Saat itu, IN bersama rekannya, W, sedang melakukan pengecekan pekerjaan pompa GWT. Mereka berpapasan dengan rekan kerjanya, Yh, yang sedang membawa tas dan potongan rumput.
Berniat akrab, IN menyapa Yh dengan kalimat candaan, "Wei kerja masa mau pulang kampung."
Namun, sapaan akrab antarteman itu justru disalahartikan oleh seorang pria tak dikenal (terlapor) yang kebetulan melintas. Pria tersebut tiba-tiba menyahut dengan nada tinggi, "Kenapa kamu anjing?"
Meski IN sudah mencoba menjelaskan bahwa ia sedang menyapa temannya sendiri, pelaku tidak percaya dan menuduh IN berbohong. Situasi memanas ketika pelaku menantang berkelahi, yang sempat direspons oleh rekan N, W.
Detik-detik Mencekam
Ketegangan memuncak ketika pelaku berlari menuju mobilnya dan kembali dengan membawa sebilah Mandau. Meski sempat ditahan oleh teman-temannya sendiri, pelaku kembali menggertak. Petugas keamanan setempat, MR, berusaha meredam situasi, namun pelaku yang sudah kalap langsung menghunuskan Mandau dari sarungnya.
Pelaku disebut-sebut menyabetkan senjata tajam tersebut ke arah W. Beruntung, W berhasil menghindar sehingga sabetan tersebut tidak mengenainya.
Baca Juga: Polres PPU Gelar Sispamkota 2025, Kapolres Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Keamanan IKN
Gagal melukai korban, pelaku melampiaskan amarahnya dengan menendang sepeda motor milik rekan korban atas nama Ft hingga lampu depannya pecah. Sambil berlalu, pelaku meneriakkan kata-kata rasis dan ancaman yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Kenapa mau diperpanjangkah, ini Mandau mau mandi darah," ancam pelaku sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
Polisi Buru Pelaku
Akibat kejadian tersebut, IN yang merasa terancam dan keberatan atas pengerusakan yang terjadi, langsung melaporkan insiden ini ke Polsek Sepaku sekitar pukul 10.00 Wita.
Pihak kepolisian Sektor Sepaku, Resor PPU, telah menerima laporan tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang identitasnya masih dalam penyelidikan (lidik).
Kasus ini menjadi peringatan keras akan pentingnya keamanan di lingkungan kerja proyek, terutama di kawasan strategis seperti Sepaku, guna mencegah aksi premanisme yang membahayakan nyawa pekerja.(*)
Editor : Thomas Priyandoko