KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dinamika harga kebutuhan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren yang bervariasi menjelang pertengahan Desember. Data harga pangan yang dihimpun Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU hingga Selasa (9/12) menunjukkan adanya kenaikan signifikan
Misalnya, komoditas cabai rawit merah dan beras medium, meskipun beberapa komoditas strategis lainnya relatif stabil atau bahkan turun.
Kepala Disketapang PPU, Mulyono, pada Rabu (10/12), mengakui adanya pergerakan harga ini, namun menjamin bahwa ketersediaan stok pangan di PPU masih aman dan memadai untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Baca Juga: MUI Haramkan Pajak Rumah Tinggal dan Sembako Berulang? Ini Fatwa Pajak Berkeadilan Terbaru!
"Kami mencatat, kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah yang melambung 17,39% atau sekitar Rp13.333, sehingga harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram. Kenaikan ini umumnya dipicu oleh faktor cuaca dan gangguan distribusi dari sentra penghasil," jelas Mulyono.
Beras Medium Melonjak, Minyakita Turun Harga
Data panel harga Disketapang PPU menunjukkan bahwa harga beras medium mengalami kenaikan substansial sebesar 4,12% (naik Rp 548) menjadi Rp 13.836 per kilogram. Sementara itu, beras premium juga naik 1,27% (naik Rp 195) menjadi Rp 15.595 per kilogram.
Namun, kabar baik datang dari komoditas minyak goreng bersubsidi. Harga eceran Minyakita tercatat turun drastis sebesar 5,26% atau Rp 1.000, sehingga harga jualnya kini menjadi Rp 18.000. Selain itu, beberapa komoditas lainnya juga menunjukkan fluktuasi:
Daging ayam ras naik 2,56% (Rp 1.000) menjadi Rp 40.000/kilogram.
Gula konsumsi naik tipis 1,11% (Rp 200) menjadi Rp 18.200/kilogram.
Baca Juga: ESI PPU Siap Tempur di Kualifikasi Porprov Kaltim 2025, Targetkan Lolos di Empat Nomor Game
Ikan tongkol justru mengalami penurunan signifikan sebesar 16,95% (turun Rp 6.666) menjadi Rp 32.667/kilogram. Bawang putih bonggol turun 5,00% (Rp 2.000) menjadi Rp 38.000/kilogram.
Upaya Stabilisasi dan Imbauan
Mulyono menegaskan bahwa DKP PPU terus mengaktifkan langkah-langkah stabilisasi harga, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya memicu kenaikan permintaan.
"Kami fokus pada optimalisasi koordinasi dengan distributor. Kami pastikan pasokan beras dan komoditas utama lainnya tidak terhambat. Untuk komoditas cabai, kami berkoordinasi dengan daerah pemasok agar jalur logistik tetap lancar," ujarnya.
Mulyono juga mengimbau masyarakat PPU agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
"Meskipun ada kenaikan pada beberapa item, secara umum pasokan pangan kita aman. Kami meminta masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan memanfaatkan program Pemerintah Daerah jika ada Gelar Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan," jelasnya. Ia menjamin Disketapang PPU akan terus melakukan pemantauan ketat untuk mengendalikan potensi inflasi.(*)
Editor : Hernawati