KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan In House Training (IHT) yang berfokus pada topik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) belum lama ini.
Pelatihan internal ini diadakan sebagai solusi untuk memperkuat kompetensi pendidik dan mengatasi tantangan yang dihadapi guru dalam memahami serta menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam (PM).
Penerapan PM menekankan pendekatan yang memuliakan, penuh kesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
Ini dicapai melalui pengembangan yang utuh (holistik), meliputi aspek olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
IHT tersebut menghadirkan dua materi inti yang disampaikan oleh narasumber tunggal, Tutik Lisyani, yaitu Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset atau PPB) dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM).
Baca Juga: Kemenag PPU Gelar Rapat Intensif, Matangkan Persiapan Hari Amal Bhakti ke-80
Tutik Lisyani menjelaskan bahwa PPB adalah keyakinan fundamental bahwa kecerdasan dan kemampuan seseorang dapat terus ditingkatkan melalui upaya dan proses belajar.
PPB sangat penting bagi guru karena berfungsi sebagai landasan untuk menghilangkan keraguan dan ketakutan saat menghadapi hambatan belajar, memfasilitasi transisi dari pembelajaran dangkal (Surface Learning) menuju Deep Learning.
Ia juga menekankan pentingnya guru memberikan "pujian proses" (bukan "pujian pribadi") guna menumbuhkan PPB pada pelajar.
Plt Kepala Madrasah MTsN 3 PPU, Suwarno, mengakui bahwa meskipun konsep Deep Learning sudah lama diperkenalkan, banyak guru masih kesulitan memahaminya, yang mengakibatkan implementasi yang kurang optimal. Ia berharap IHT ini menjadi momentum perubahan.
"Tujuan utama Pembelajaran Mendalam (PM) adalah menghasilkan lulusan dengan delapan dimensi profil, termasuk kemampuan penalaran kritis, kreativitas, dan kemandirian," kata Suwarno.
"Untuk mewujudkan ini, guru harus siap bertransformasi menjadi aktivator dan kolaborator yang berperan aktif dalam ekosistem pengembangan budaya belajar."
Siklus Rencana dan Pengalaman Belajar
Baca Juga: Kemenag PPU Matangkan Persiapan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM
Kegiatan yang dikoordinasi oleh ketua pelaksana Henny Irmawati bersama Nurkholis ini juga mendalami sistematika penyusunan RPM.
Guru diwajibkan melalui empat tahapan utama dalam merancang RPM: Identifikasi, Desain Pembelajaran, Pengalaman Belajar, dan Asesmen.
Aspek Pengalaman Belajar dalam PM sendiri mencakup tiga fase siklus berurutan yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Khusus pada tahap merefleksi, pelajar didorong untuk melakukan regulasi diri, yaitu mengembangkan kemampuan mengelola dan mengawasi proses belajarnya secara mandiri.
IHT ini sukses memicu semangat guru untuk menjadi "pembelajar sepanjang hayat". Pelaksanaan pelatihan ini selaras dengan ciri khas Pembelajaran Mendalam yang berfokus pada pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS), seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan pemikiran kritis, serta mengaitkannya dengan isu-isu kehidupan nyata.
Dengan dibekali Pola Pikir Bertumbuh dan pemahaman komprehensif tentang Deep Learning, MTsN 3 PPU berkomitmen penuh untuk membangun lingkungan belajar yang memprioritaskan pengembangan potensi pelajar secara menyeluruh.(*)
Editor : Almasrifah