PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan menyelesaikan seluruh tahapan verifikasi lapangan penilaian Adipura.
Verifikasi ini menjadi bagian penting dalam menentukan apakah PPU kembali meraih Penghargaan Adipura yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU, Safwana, menyampaikan bahwa verifikasi lapangan telah dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama dilakukan pada September 2025 oleh Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup yang didampingi oleh DLH Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya, penilaian tahap kedua kembali dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 1 November 2025 oleh KLH.
“Verifikasi lapangan ini merupakan rangkaian penting dalam proses penilaian Adipura, untuk melihat secara langsung pengelolaan kebersihan dan lingkungan di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Safwana, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, verifikasi dilakukan di berbagai titik strategis, antara lain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung, pelabuhan, UPT Puskesmas Penajam, Bank Sampah Induk Benuo Taka, pasar, kawasan perkantoran, RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB), sekolah, permukiman, desa dan kelurahan, pertokoan, serta sejumlah lokasi lainnya.
Safwana juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat PPU yang telah berperan aktif dalam mendukung dan bekerja sama selama proses verifikasi lapangan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat PPU atas dukungan dan partisipasinya dalam menyambut serta mendampingi Tim Penilai Adipura,” tambahnya.
Sebagai informasi, PPU sebelumnya telah berhasil meraih Penghargaan Adipura pada tahun 2022 dan 2023. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil menjaga kebersihan serta mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Pengumuman resmi Penghargaan Adipura dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun 2026. Pemkab PPU berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar daerah ini kembali meraih Penghargaan Adipura dan terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup ke depannya. “Tanpa dukungan bersama, upaya ini tidak akan berjalan optimal,” imbuhnya. (*)
Editor : Sukri Sikki