PENAJAM — Pimpinan Cabang Bankaltimtara Penajam, Agus Setiawan, memastikan kebutuhan uang kartal menjelang akhir tahun mengalami peningkatan. Hal tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas belanja pemerintah, terutama pembayaran proyek dan pihak ketiga.
“Kalau peningkatan dipastikan ada. Karena di akhir tahun ini banyak pembayaran proyek pemerintah, pembayaran SP2D, termasuk pembayaran gaji dan pihak ketiga lainnya. Otomatis kebutuhan uang juga meningkat,” ujar Agus, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, Bankaltimtara secara rutin setiap bulan menyusun proyeksi arus kas dan menyampaikannya kepada Bank Indonesia. Proyeksi tersebut menjadi dasar untuk memastikan ketersediaan uang kartal, khususnya di periode akhir tahun yang cenderung mengalami lonjakan permintaan.
Baca Juga: Pemkab PPU Tuntaskan Penyaluran Kartu Penajam Cerdas Kecamatan Penajam
“Kami setiap bulan membuat cash flow ke Bank Indonesia. Apalagi di akhir tahun ini pembayaran SP2D dan pihak ketiga cukup banyak, jadi peningkatan kebutuhan uang kartal itu memang sudah kami antisipasi,” jelasnya.
Meski demikian, Agus mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk mulai beralih ke transaksi non-tunai. Ia menilai penggunaan transfer, baik melalui layanan Cash Management System (CMS) maupun transfer perbankan lainnya, jauh lebih aman dan efisien.
“Kami sarankan pelaku usaha melakukan transaksi transfer saja. Jadi enggak perlu lagi ambil uang tunai ratusan juta untuk dibagikan. Bayar gaji tukang pun sebenarnya bisa lewat transfer,” katanya.
Bankaltimtara, lanjut Agus, terus mendorong literasi transaksi non-tunai kepada masyarakat. Upaya tersebut akan semakin digencarkan ke depan sebagai bagian dari edukasi keuangan, khususnya mulai tahun 2026. “Itu yang kami semangatkan ke masyarakat. Ke depan, kami ingin budaya transaksi non-tunai ini semakin kuat,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki