KALTIMPOST.ID, JAKARTA—Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif lokal menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan daya saing daerah.
Hal itu disampaikan saat bertemu langsung dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (16/12) lalu. “PPU kini semakin dikenal sebagai bagian dari hadirnya IKN. Itu menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi kreatif agar tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujar Mudyat.
Menurut Mudyat, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka kesempatan bagi industri kreatif untuk berkembang pesat. Dia memandang sektor itu sebagai kekuatan ekonomi baru yang perlu didukung lintas sektor.
“Ekonomi kreatif kini menjadi penggerak roda perekonomian baru. Diperlukan sinergi dan kolaborasi agar ekraf lokal mampu berkembang dan berdaya saing di tingkat nasional,” kata Mudyat.
Mudyat juga menggarisbawahi kebutuhan akan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, terutama terkait penyediaan kawasan khusus, fasilitas pelatihan, serta platform promosi bagi pelaku kreatif di PPU.
“Seluruh potensi itu membutuhkan ruang dan dukungan agar tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga bernilai ekonomi dan promosi bagi daerah. Itu bukan hanya soal karya atau kreativitas semata, tetapi membangun ekosistem yang inklusif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan pada 2026 mendatang,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif dari Pemkab PPU dan menegaskan komitmen kementeriannya dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Kami bekerja sama dengan daerah karena potensi itu ada di daerah. Melalui program akselerasi kreatif, kami menjaring talenta dan data dari pemerintah daerah untuk dikolaborasikan dalam program kementerian,” tutur Teuku Riefky.
Teuku mengakui bahwa banyak pelaku ekonomi kreatif daerah memiliki kualitas tinggi namun masih terbentur akses pasar. Dia mengatakan, peran pemda penting dalam pendataan, pembinaan, dan pendampingan.
“Komunikasi yang intens perlu terus dibangun agar permasalahan yang dihadapi pelaku ekraf dapat diselesaikan bersama, sehingga ekonomi kreatif mampu tumbuh dan berdaya saing,” tegasnya.
Lebih jauh, Dia menyebut ekonomi kreatif sebagai “mesin baru” pertumbuhan ekonomi nasional. “Kementerian Ekonomi Kreatif bersama lintas lembaga terkait terus mendukung produk-produk kreatif daerah agar berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif nasional hingga pasar internasional,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A