PENAJAM - Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penajam serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA 1 Kecamatan Penajam, Kamis (18/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Dandim 0913/PPU, Inf Andhika Ganessakti, serta sejumlah pejabat terkait.
Mudyat Noor menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal langsung program MBG yang merupakan program nasional dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Hari ini kita meninjau dapur SPPG Penajam, kemudian langsung melihat pemanfaatannya di sekolah. Program ini harus kita jaga dan kawal prosesnya agar benar-benar terlaksana dengan lancar, efektif, dan bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Mudyat Noor.
Ia menilai program MBG sangat membantu para siswa, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya berangkat sekolah tanpa sempat sarapan. Dengan adanya MBG, para siswa sudah dapat menikmati makanan bergizi sejak pagi hari.
“Tadi kita lihat sendiri anak-anak merasa bersyukur. Ada yang sebelumnya belum sempat sarapan karena masuk sekolah pukul 07.00 pagi, sekarang sudah bisa makan. Bahkan ada anak yang sebelumnya tidak bisa jajan di sekolah, sekarang kebutuhannya sudah tercover,” jelasnya.
Menurut Mudyat, program ini juga berdampak pada pengurangan beban orang tua. Uang jajan yang biasa diberikan dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.
Terkait kelayakan dapur SPPG, Mudyat Noor menyebut bahwa penilaian telah dilakukan oleh tim berwenang sesuai standar yang ditetapkan. Meski pada tahap awal terdapat beberapa penyesuaian, namun secara umum dapur telah memenuhi persyaratan kebersihan, higienitas, dan nilai gizi.
“Kalau dari tim penilai, kelayakan dapur sudah masuk standar. Yang penting higienis, bersih, dan bergizi. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa data siswa yang memiliki alergi makanan telah didata sejak awal. Tim dapur MBG telah menyiapkan menu alternatif, termasuk penggantian lauk seperti daging ayam, agar tetap aman dikonsumsi oleh siswa yang memiliki alergi tertentu.
Untuk cakupan program MBG PPU, Mudyat mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 30 hingga 40 persen sekolah yang telah terlayani. Hingga kini, terdapat lima dapur SPPG yang sudah beroperasi di wilayah PPU.
“Kita berharap tahun depan penerima manfaat semakin banyak. Kalau bisa, semua sekolah sudah terpenuhi. Saat ini kita masih menunggu proses dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki