PENAJAM — Memasuki usia ke-20 tahun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat perkembangan yang cukup signifikan, baik dari sisi kapasitas produksi air bersih maupun cakupan layanan kepada masyarakat.
Direktur Utama Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa sejak diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten PPU, PDAM tersebut hanya memiliki kapasitas produksi sekitar 50 liter per detik dengan jumlah pelanggan sekitar 1.000 sambungan.
“Di usia ke-20 tahun ini kita melihat perkembangannya lumayan signifikan. Dari awal kapasitas hanya 50 liter per detik, sekarang sudah hampir mencapai 380 liter per detik,” ujar Abdul Rasyid dalam acara peringatan HUT ke-20 Perumda AMDT, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Operasi Pasar Digencarkan Jelang Nataru, Pemkab PPU Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali
Ia menambahkan, dalam waktu dekat kapasitas produksi air bersih akan kembali bertambah sekitar 60 liter per detik. Penambahan tersebut rencananya akan diresmikan oleh Bupati PPU pada minggu kedua Januari 2026.
“Kalau sudah ditambahkan, total kapasitas kita bisa mencapai sekitar 400 liter per detik,” jelasnya. Seiring peningkatan kapasitas, jumlah pelanggan Perumda AMDT juga mengalami lonjakan signifikan. Saat ini, sambungan pelanggan telah mencapai hampir 17.000, yang tersebar di 24 kelurahan dan desa dari total 54 kelurahan dan desa di Kabupaten PPU.
Meski demikian, Abdul Rasyid mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam pemerataan cakupan layanan air bersih.
“Masih banyak PR-nya, tapi pemerintah terus berusaha meningkatkan cakupan layanan air bersih di Kabupaten PPU,” katanya.
Ia menyebutkan, wilayah yang masih minim layanan berada di Kecamatan Babulu dan Sepaku. Di Babulu, layanan air bersih baru menjangkau satu kelurahan dan desa. Sementara di Kecamatan Waru, cakupan layanan hampir maksimal, dengan satu kelurahan di Api-api yang masih belum terlayani. Di Kecamatan Penajam, layanan air bersih juga masih menyebar dan belum merata sepenuhnya.
“Namun yang penting, keempat kecamatan di Kabupaten PPU saat ini sudah terlayani semua. Tinggal bagaimana kita meningkatkan pemerataan dan kualitas layanannya ke depan,” pungkas Abdul Rasyid. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki