KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) mengintensifkan pemantauan harga dan operasi pasar selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Bidang Perdagangan KUKM Perindag PPU, Marlina, mengatakan pihaknya telah melakukan operasi pasar secara rutin sepanjang tahun. Dari Januari hingga Desember 2024, operasi pasar telah dilaksanakan sebanyak 40 kali.
“Sudah kita lakukan 15 kali, dan dari Januari sampai Desember totalnya sudah 40 kali. Bahkan kemarin dan hari ini masih kita lakukan operasi di Labangka Barat. Itu merupakan upaya-upaya kita dalam menghadapi Nataru,” ujar Marlina, Senin (29/12/2025).
Selain operasi pasar, pihaknya juga terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun toko modern. Marlina mengakui terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti bawang merah, namun masih dalam batas wajar.
“Memang ada bawang yang harganya sampai Rp60 ribu, tapi kami memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa bawang itu memiliki skala harga, mulai dari harga rendah, sedang, hingga tertinggi. Jadi masyarakat bisa memilih dan berbelanja dengan bijak,” jelasnya.
Hal serupa juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Menurut Marlina, di pasaran tersedia berbagai merek dengan rentang harga yang berbeda-beda, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
“Minyak goreng itu ada yang Rp16 ribu, ada Rp18 ribu, Rp19 ribu, bahkan sampai Rp20 ribu. Untuk yang premium bisa Rp20 ribu sampai Rp25 ribu. Jadi silakan memilih sesuai kemampuan,” katanya.
Marlina juga menegaskan bahwa kondisi yang sama berlaku untuk beras. Saat ini, terdapat sekitar 65 merek beras yang beredar di wilayah PPU, mulai dari harga terendah hingga tertinggi.
“Kalau mau yang murah ada beras SPHP. Merek lain juga banyak tersedia. Jadi tidak bisa dikatakan harga beras naik kalau hanya melihat satu jenis saja,” ujarnya.
Untuk beras SPHP, harga di pasaran berkisar Rp58 ribu dan bisa mencapai Rp60 ribu jika sudah diantar pedagang. Menurut Marlina, hal tersebut merupakan kondisi faktual di lapangan.
Ia berharap masyarakat tidak merasa resah menjelang hari besar keagamaan, karena ketersediaan bahan pokok baik dari pemerintah maupun swasta masih mencukupi.
“Mudah-mudahan masyarakat tidak merasa galau. Semua merek, baik beras, minyak, maupun cabai tersedia di pasar dan toko modern. Cabai juga harganya bervariasi, ada yang Rp50 ribu karena baru datang, ada yang sedang, ada yang lebih murah,” imbuh Marlina. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo