KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Mengawali lembaran tahun 2026 dengan semangat kepedulian, komunitas Perkutut’s Hunter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar aksi sosial khitanan massal yang menyasar anak-anak di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, PPU, Sabtu (03/01).
Kegiatan yang berpusat di Kantor Kelurahan Jenebora ini bukan sekadar agenda medis rutin, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas elemen.
Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sinergi antara RSUD RAPB dengan ketua RT setempat, penggerak PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LMP), hingga geliat semangat pemuda dalam karang taruna.
Baca Juga: Peresmian Dua Jembatan di Kutai Barat, Begini Pesan Bupati untuk Mengembangkan Potensi Daerah
Di bawah tajuk filosofis “Merajut Berkah, Menebar Manfaat,” kegiatan ini dipimpin langsung Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, MM.
Kehadirannya di lapangan sekaligus menegaskan bahwa dedikasi rumah sakit tidak hanya terbatas di dalam ruang perawatan, tetapi juga meluas hingga ke jantung pemukiman masyarakat melalui pengabdian kesehatan yang inklusif.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan 2026, Disketapang PPU Bongkar Data Harga Pangan Terkini
Lukasiwan mengungkapkan, jangkauan layanan sebanyak 43 anak mendapatkan pelayanan khitan secara gratis dengan standar medis yang profesional.
“Tujuan utamanya selain meringankan beban ekonomi keluarga, program ini bertujuan memberikan edukasi dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi sejak usia muda,” kata Lukasiwan usai kegiatan, Sabtu (03/01).
Dia mengungkapkan, bagi Perkutut’s Hunter, kegiatan di Jenebora ini adalah refleksi dari semangat gotong royong yang menjadi akar budaya masyarakat kita.
Baca Juga: Wacana Pilkada via DPRD Menguat, KPK Ingatkan Risiko Korupsi Akibat Biaya Politik Mahal
Senyum dari para peserta dan rasa lega dari para orang tua menjadi energi bagi RSUD RAPB untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Melalui aksi ini, RSUD Ratu Aji Putri Botung membuktikan bahwa profesionalisme medis yang dipadukan dengan empati sosial dapat menciptakan dampak nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga,” tegasnya.(*)
Editor : Dwi Puspitarini