KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP) di Kabupaten Penajam Paser Utara dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program ini dianggap mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional, khususnya bagi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengatakan KMNP menjadi bentuk kesiapan daerah dalam menopang kebutuhan pangan IKN, terutama dari sektor perikanan.
“Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih di PPU, ini sudah sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan menjadi penopang pemenuhan kebutuhan pangan,” ujarnya, baru-baru ini.
Baca Juga: Penumpang Pesawat Kaltim Turun 3,87 Persen, Sepinggan Balikpapan Tetap Mendominasi
Menurut Ade, arah pembangunan PPU ke depan memang difokuskan untuk mendukung kebutuhan IKN. Hal tersebut seiring rencana perpindahan aparatur sipil negara dari berbagai daerah ke ibu kota baru.
“PPU harus siap memenuhi kebutuhan mereka yang akan bermigrasi ke IKN, khususnya para ASN. Termasuk penyediaan sumber pangan yang berasal dari Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.
Meski demikian, Ade tidak menampik masih adanya tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah tata niaga hasil perikanan.
Baca Juga: Ganjal Batu di Tanjakan Gunung Punai Kubar Dibiarkan, Pengendara Lain Terancam
“Produk perikanan kendala utamanya ada di tata niaga. Selama ini sangat berorientasi pada konsumen, dan lokasi konsumen terbesar berbeda-beda di setiap daerah,” katanya.
Namun demikian, Ade optimistis tantangan tersebut akan teratasi seiring mulai terisinya IKN oleh ASN pemerintah pusat. Ia meyakini pusat aktivitas perdagangan pangan akan bergeser ke wilayah sekitar IKN, termasuk PPU.
“Ketika IKN sudah diisi ASN dari pusat, perdagangannya pasti ada di sini. Pembelinya juga ada di sini, dan sumber pangannya tentu dari wilayah terdekat. Tidak mungkin mengambil dari daerah yang jauh,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi