KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan aksi nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
Tak hanya fokus pada pengamanan wilayah, korps berseragam cokelat ini kini terjun langsung menjadi katalisator bagi kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal, Rabu (7/1/2026).
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kabag SDM Polres PPU, Kompol Muhadi, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah pilar krusial yang menopang stabilitas keamanan nasional.
Baca Juga: Enam Lampu Taman Rozeline Dicuri: Disperkimtan PPU Butuh CCTV dan Patroli
Menurutnya, kerawanan pangan dapat memicu dinamika sosial, sehingga Polri harus hadir memberikan solusi preventif.
"Peran Polri saat ini melampaui tugas konvensional menjaga ketertiban. Kami berkomitmen penuh mendukung agenda pemerintah dengan mengoptimalkan lahan produktif dan memperkuat sinergi bersama warga," jelas Kompol Muhadi.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas Penajam, Satreskrim Polres PPU Sambangi Warga Lewat Ojol Kamtibmas
Salah satu langkah konkret yang diusung Polres PPU adalah mengedukasi masyarakat untuk memaksimalkan potensi pekarangan rumah dan lahan tidur.
Program pertanian dan peternakan skala mikro ini diharapkan tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan meja makan keluarga, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi ekonomi rumah tangga.
"Kami mendorong warga untuk tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Dengan pemanfaatan yang tepat, lahan sekecil apa pun bisa menjadi modal kemandirian pangan," tambah Muhadi.
Langkah strategis ini, menurut Muhadi, merupakan cerminan dari wajah Polri yang humanis dan tanggap terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Polres PPU optimistis bahwa dengan kolaborasi lintas sektoral, inisiatif ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketahanan daerah.
Dengan kehadiran personel Polri sebagai pendamping di sektor pangan, Polres PPU berharap ketersediaan stok pangan di tingkat akar rumput tetap stabil, sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa.(*)
Editor : Thomas Priyandoko