KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Wilayah Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang merupakan bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dilanda banjir besar, Kamis (8/1/2026) dini hari. Meskipun wilayah ini langganan banjir musiman, luapan air kali ini tercatat sebagai yang paling ekstrem dalam lebih dari dua dekade terakhir.
Baca Juga: Dalberto Comeback, Siap Berjuang untuk Tune-in dengan Arema FC, Hadapi Persiapan Singkat
Lurah Mentawir, Nelva Susanti, mengungkapkan bahwa genangan mulai naik sekitar pukul 03.00 Wita. Ia menyebut bencana banjir kali ini sangat tidak biasa.
"Selama 26 tahun saya menetap di sini, inilah banjir terbesar yang pernah terjadi," jelas Nelva Susanti kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).
Menurut pengamatannya, setidaknya 15 rumah warganya yang berada di tepian sungai terendam air cukup parah dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Sementara itu, puluhan rumah panggung lainnya terdampak pada bagian bawah bangunan.
Baca Juga: Kawal Anggaran 2026, LAKI PPU dan Disdikpora Jalin Kolaborasi Strategis
Lurah perempuan ini menduga penyebab utama parahnya banjir ini adalah kombinasi antara penyempitan muara dan pendangkalan di hulu sungai. Meski pihak kelurahan telah berulang kali mengusulkan pengerukan sungai, upaya normalisasi belum terwujud, hingga sekarang ini.
"Kendala utamanya adalah keterbatasan alat berat di tingkat unit pelaksana teknis (UPT) PU, sehingga pengerukan sungai sampai saat ini belum bisa terlaksana," tambahnya.
Data Dampak dan Kronologi
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menjelaskan bahwa musibah ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (7/1) sore hingga Kamis pagi. Hal ini mengakibatkan sungai meluap ke permukiman warga di dataran rendah.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian: 25 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Akibat Banjir dan Longsor
Berdasarkan data BPBD, lanjut dia, total terdapat 54 rumah yang terdampak dengan rincian RT 01 terdapat 9 rumah (25 jiwa), RT 02: 42 rumah (108 jiwa), RT 03: 3 rumah (14 jiwa) Secara keseluruhan, jelasnya lagi, sebanyak 147 warga merasakan dampak langsung dari luapan sungai tersebut.
Ketinggian air di halaman rumah warga dilaporkan berkisar antara 50-80 cm, sementara air yang masuk ke dalam rumah mencapai 10-15 cm. Saat ini, kondisi air dilaporkan sudah mulai surut secara bertahap.(*)
Editor : Hernawati