Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PPU Terima Dukungan Pusat hingga Daerah untuk Penguatan Koperasi Merah Putih

Ahmad Maki • Senin, 12 Januari 2026 | 20:52 WIB

Kepala KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto.
Kepala KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto.

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat pengembangan Koperasi Merah Putih melalui berbagai dukungan dari pemerintah pusat hingga daerah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Margono Hadi Sutanto, mengatakan dukungan tersebut datang langsung dari Kementerian Koperasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga kalangan perguruan tinggi.

“Dengan semua support dari pusat, dari Kementerian Koperasi, kemudian dari Provinsi Kaltim juga ada programnya. Bahkan program itu sudah berjalan sejak tahun lalu, berupa latihan dan pelatihan bagi pengurus Koperasi Merah Putih,” ujar Margono, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Disdukcapil PPU Ajak ASN IKN Segera Pindahkan Administrasi Kependudukan

Ia menjelaskan, berbagai pelatihan telah dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk menggandeng perguruan tinggi. Salah satunya melibatkan akademisi fakultas ekonomi dan bisnis sebagai bagian dari strategi pematangan koperasi.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga menghadirkan pendamping dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan. Kegiatan tersebut tercatat telah dilaksanakan sekitar tiga kali dan menyasar wilayah PPU.

“Dari 54 desa dan kelurahan, gambaran arah usaha koperasi itu sebenarnya sudah ada,” katanya. Margono menilai peran Business Advisor (BA) dalam pendampingan koperasi sejauh ini cukup baik. Menurutnya, BA telah aktif membimbing koperasi sejak awal pembentukan hingga tahap evaluasi saat ini.

Baca Juga: Dinsos PPU Lakukan Penyempurnaan DTSEN, Tingkatkan Akurasi 4.000 Penerima Bantuan

“Karena memang dari awal pembentukan sampai sekarang banyak yang harus dievaluasi. Pembentukannya waktu itu bisa dibilang cukup buru-buru karena mengejar deadline, sehingga ada beberapa yang miss,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sejumlah koperasi masih menghadapi persoalan administrasi, seperti ketidaksesuaian KBLI dalam akta pendirian dengan rencana bisnis koperasi. Hal tersebut kini menjadi fokus perbaikan. “Nah, perbaikan-perbaikan ini nanti akan terus dibimbing, termasuk oleh teman-teman dari BLK,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Koperasi Merah Putih #Penajam Paser Utara (PPU)