KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional.
Berdasarkan data terbaru per 13 Januari 2026, sejumlah komoditas pangan menunjukkan tren harga yang bervariasi, mulai dari penurunan signifikan pada kelompok bawang hingga kenaikan pada komoditas cabai dan garam.
Kepala Disketapang PPU, Mulyono, mengungkapkan bahwa secara umum ketersediaan pangan di Benuo Taka masih dalam kategori aman. Namun, pihaknya tetap mewaspadai beberapa fluktuasi harga yang dipicu oleh dinamika pasokan.
Baca Juga: Kebutuhan Tenaga Honorer PPU Masih Tinggi
“Kami memantau adanya perubahan harga di lapangan. Kabar baiknya, komoditas seperti bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan harga yang cukup membantu daya beli masyarakat,” ujar Mulyono, Rabu (14/1).
Dalam pantauan data terakhir, bawang merah mengalami penurunan harga paling tajam sebesar 9,09% atau turun Rp 5.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram. Jejak penurunan ini diikuti oleh bawang putih bonggol yang turun menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Di sektor beras, beras premium juga terkoreksi turun sebesar 1,54% ke angka Rp 16.000 per kilogram. Penurunan harga juga terlihat pada kedelai biji kering (Impor) yang kini berada di posisi Rp10.900 per kilogram.
Baca Juga: Manjakan Masyarakat, Pemkab PPU Integrasikan Peringatan Hardesnas dengan Car Free Day
Waspada Kenaikan Cabai dan Garam
Meski beberapa harga turun, masyarakat perlu mencermati kenaikan pada kelompok sayuran pedas. Cabai rawit merah mengalami kenaikan 4,03% menjadi Rp 53.750 per kilogram, sementara cabai merah keriting naik menjadi Rp 45.000 per kilogram. Lonjakan juga terjadi pada cabai merah besar yang dibanderol Rp 57.500 per kilogram.
Yang paling mencolok, harga garam konsumsi melambung tinggi sebesar 41,37%, dari harga sebelumnya kini mencapai Rp 11.875 per kilogram.
“Kenaikan pada cabai dan garam ini menjadi atensi kami. Fluktuasi pada cabai biasanya dipengaruhi faktor cuaca di daerah penghasil, sementara untuk garam kami akan telusuri lebih lanjut rantai distribusinya,” tambah Mulyono.
Baca Juga: Target Satu Kursi Tiap Dapil, DPD PAN PPU Resmi Terima SK Kepengurusan di Jakarta
Sementara itu, harga komoditas pangan lainnya di PPU per 13 Januari 2026 untuk daging sapi murni stabil pada harga Rp 150.000 per kilogram. Daging ayam ras stabil pada harga Rp 40.333 per kilogram. Telur ayam ras mengalami penurunan tipis menjadi Rp 30.400 per kilogram.
Selanjutnya, untuk minyak goreng kemasan naik tipis menjadi Rp 22.400 per liter. Minyakita turun tipis ke harga Rp 18.333 per liter. Tepung terigu (curah) berada di angka Rp 10.083 per kilogram.
Mulyono menegaskan bahwa Disketapang PPU akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar. "Tujuan utama kami adalah menjaga agar perut masyarakat tetap aman dengan harga yang terjangkau," tandasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko