Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Pangan dan Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama Inflasi PPU di Penghujung 2025

Ari Arief • Senin, 19 Januari 2026 | 10:26 WIB

Ilustrasi inflasi harga emas.
Ilustrasi inflasi harga emas.

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melaporkan bahwa pada Desember 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,08 persen.

Angka ini mencerminkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,85 pada Desember 2024 menjadi 109,07 pada pengujung 2025.

BPS PPU mencatat, kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran menjadi pemicu utama inflasi tahunan ini. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,95 persen.

Disusul oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,09 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,04 persen.

Secara rinci, beberapa komoditas utama yang memberikan andil signifikan terhadap inflasi tahunan di PPU meliputi ikan tongkol/ikan ambu-ambu, emas perhiasan, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan minyak goreng.

Baca Juga: Bukan Sekadar Angka, Pemkab PPU Jadikan Data Akurat sebagai Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

"Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) untuk Desember 2025 sendiri tercatat sebesar 0,41 persen," tulis laporan BPS PPU dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis awal Januari 2026. Pendorong utama inflasi bulanan ini adalah kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

Meski mayoritas kelompok pengeluaran mengalami inflasi, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi sebesar 0,14 persen. Komoditas seperti telepon seluler tercatat sebagai salah satu penyumbang penurunan indeks pada kelompok tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU diharapkan terus memantau pergerakan harga komoditas pangan, mengingat kelompok makanan dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y terbesar, yakni mencapai 1,19 persen terhadap inflasi umum.(*)

Editor : Hernawati
#bps #emas #ppu #inflasi #pangan