KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah melakukan langkah besar dalam menata wajah kabupaten sekaligus memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Fokus utama pembangunan saat ini adalah optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berlokasi depan Stadion Panglima Sentik.
Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan fasilitas publik yang sudah ada, seperti Taman Rozeline, sembari menciptakan pusat keramaian baru yang lebih terorganisir.
Menurut Mudyat, selama ini kegiatan UMKM maupun pentas seni di depan Kantor Bupati PPU masih bersifat insidental atau hanya pada waktu-waktu tertentu.
Ke depannya, pemerintah berencana memindahkan dan menata para pelaku UKM ke kawasan RTH yang baru agar lebih rapi dan nyaman dipandang.
"Rencananya teman-teman UMKM kita akan coba tata biar rapi dan nyaman dilihat. Kita ingin menjadikan kegiatan UKM ini sebuah rutinitas, bukan lagi sekadar kegiatan di waktu-waktu tertentu saja," ujar Mudyat Noor, baru-baru ini.
Dengan penataan ini, ia berharap kawasan depan Stadion Panglima Sentik akan menjadi ikon baru bagi masyarakat PPU maupun pengunjung dari luar daerah.
Pembangunan RTH ini dikelola oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU dengan total anggaran mencapai Rp 24 miliar. Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang modern dan representatif.
"Mudah-mudahan itu cepat kelar. Kita ingin masyarakat bisa segera melihat dan menikmati hasil penataan yang telah kita lakukan," tambahnya.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU, Khairil Achmad, mengatakan sisa pekerjaan yang dilakukan meliputi perapian, perawatan, serta perbaikan di beberapa bagian.
“Alhamdulillah progresnya sudah 95 persen. Ini tinggal finishing-finishing, perawatan, dan repair kecil,” ujar Khairil.
Berdasarkan data dari Disperkimtan PPU, seluruh pengerjaan fisik di kawasan tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 7 Februari 2025. (*)
Editor : Duito Susanto