Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ada Sanksi Jika Dugaan Keracunan MBG Terbukti Disengaja

Ahmad Maki • Jumat, 13 Februari 2026 | 12:38 WIB

 

Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama Abdul Waris Muin (kanan) saat meresmikan SPPG Polres PPU.   
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama Abdul Waris Muin (kanan) saat meresmikan SPPG Polres PPU.  

PENAJAM - Kapolres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan, akan ada sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan insiden dugaan keracunan siswa SD 008 Waru mengarah pada unsur kesengajaan. Insiden yang terjadi Rabu (11/2/2026) itu membuat 25 siswa SD 008 Waru mengalami mual, muntah, dan pusing secara bersamaan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Rinciannya, 25 siswa SD dan 2 siswa SMA yang merupakan penerima manfaat MBG pada siang hari. Sementara siswa SD yang menerima MBG pada pagi hari dilaporkan tidak mengalami keluhan.

“Untuk saat ini tim kesehatan, Polres, serta Pemda turun langsung ketika terjadi kejadian luar biasa tersebut. Ada 25 anak yang mengalami mual, muntah, dan pusing. Itu 25 siswa SD dan 2 siswa sekolah tingkat lanjutanpenerima manfaat siang hari,” ujar Andreas, usai meresmikan SPPG Polres PPU, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, menu yang disajikan saat itu terdiri dari telur, sayur, buah, puding. Serta tahu kecap. Seluruh sampel makanan telah diamankan dan diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium.

“Menunya sesuai yang diwajibkan. Sampel sudah kami ambil bersama Dinas Kesehatan PPU, dan saat ini sedang proses uji laboratorium. Kami ingin memastikan apakah keluhan anak-anak itu disebabkan oleh kandungan dalam menu yang disiapkan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya unsur pidana, Andreas menyebut sejauh ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada unsur membahayakan nyawa. Namun, ia menegaskan proses pendalaman tetap dilakukan.

“Belum sampai pada unsur membahayakan, tetapi akibatnya anak-anak mengalami pusing dalam waktu yang bersamaan. Kecenderungannya mungkin dari makanan. Nanti kita lihat setelah pengembangan berikutnya. Kalau ada unsur kesengajaan, pasti tetap harus ada proses,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya seluruh pihak memiliki niat baik untuk menyukseskan program MBG sebagai bagian program nasional Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, penegakan aturan tetap akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.

“Hasil laboratorium paling cepat tiga hari. Ini sudah hari kedua. Kita tunggu hasil resminya. Kalau memang nanti ada unsur kesengajaan, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala UPT Puskesmas Waru Rohani menginformasikan kepada media ini. Siswa - siswi yang mengalami KLB sebanyak 27 orang. "Mas maaf, untuk jumlah setelah di urutkan penomoran 27 mas," sebut Rohani melalu pesan singkat WhatsApp kepada media ini. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #keracunan #polres ppu #prabowo subianto