KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Perluas akses kesehatan masyarakat pesisir, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor, secara resmi melepas kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang digelar melalui RS Kapal dr Lie Dharmawan di Kelurahan Jenebora – Kecamatan Penajam, Minggu (15/2).
Mudyat menegaskan pemerataan layanan kesehatan menjadi prioritas pembangunan daerah. Khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan fasilitas medis.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit kapal yang diinisiasi Yayasan Dokter Peduli atau dikenal dengan doctorSHARE menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat di kawasan pesisir dan terpencil.
“Pemerintah daerah akan terus memperkuat fasilitas dan tenaga kesehatan agar seluruh masyarakat. Tanpa terkecuali agar memperoleh layanan yang layak,” ujarnya.
Kegiatan ini menyasar masyarakat di wilayah Jenebora, Gersik, dan Pantai Lango. Selama ini kesehatan hanya dilayani oleh fasilitas kesehatan terbatas, seperti puskesmas pembantu. Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan tanpa dipungut biaya sejak pagi hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPU dr Jansje Grace Makisurat didampingi Pimpinan doctorSHARE dr Monica Gloria Komaling menjelaskan, pemilihan kawasan pesisir telah melalui pemetaan kebutuhan layanan kesehatan.
Ia menyebut, akses yang terbatas kerap menjadi kendala utama warga dalam memperoleh penanganan medis secara optimal. Dalam mekanismenya, dr Monica Gloria Komaling menambahkan, tim medis membuka lima layanan poliklinik. Meliputi umum, gigi, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, serta bedah.
“Pelayanan ini didukung 32 personel yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, relawan, dan kru kapal,” sambungnya.
RS Kapal dr Lie Dharmawan yang digunakan dalam misi kemanusiaan kali ini merupakan armada terbaru yang diluncurkan pada Juli 2025. Kabupaten PPU menjadi daerah kedua yang disinggahi kapal tersebut sejak beroperasi.
Program pelayanan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Februari 2026. Selain pemeriksaan dan pengobatan.
“Pada 20 Februari 2026, akan dilaksanakan pelatihan bagi tenaga kesehatan lokal serta edukasi dokter kecil untuk anak-anak sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan literasi kesehatan masyarakat,” sambungnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo