KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Dewan Pimpinan Daerah Laskar Pertahanan Adat Paser (DPD LPAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) daerah dan LSM menggelar audiensi dengan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, selaku ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Rabu (18/2/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait hasil mutasi pejabat yang baru-baru ini dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, Jumat (14/2/26). Dalam mutasi itu tidak ada nama-nama yang diusulkan untuk dilantik.
Ketua DPD LPAP PPU, Zulfhani (Zulpani Paser), Kamis (19/2/2026) mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang kekeluargaan dan familiar. Pihaknya menyampaikan beberapa poin krusial mengenai komposisi rotasi dan promosi jabatan yang dinilai masih mengabaikan aspek senioritas serta keterwakilan masyarakat adat suku Paser.
Baca Juga: 148 Pejabat Pemkab PPU Dilantik, Bupati Mudyat Noor Tekankan Integritas dan Evaluasi Berkala
Mendorong Keterwakilan Putra Daerah
Dalam audiensi tersebut, koalisi tokoh adat dan LSM mempertanyakan hasil mutasi tanggal 14 Februari 2026 yang dianggap didominasi oleh alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) junior, sementara usulan aparatur sipil negara (ASN) dari masyarakat adat Paser cenderung diabaikan.
"Kami mendesak agar dilakukan peninjauan kembali terhadap hasil mutasi tersebut. Penting untuk menempatkan figur-figur dari masyarakat adat suku Paser pada posisi strategis guna memperkuat identitas dan keterwakilan daerah," ujar Zulfhani dalam keterangannya.
Beberapa posisi yang diusulkan untuk diisi oleh putra daerah antara lain jabatan camat di Penajam, Babulu, dan Sepaku, serta beberapa posisi kepala bidang (kabid) di Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, hingga Perpustakaan.
Baca Juga: Masjid IKN Diproyeksikan Menjadi Masjid Negara, Standar Setara Istiqlal
Daftar Usulan Nama ASN
Berdasarkan dokumen resmi yang ditandatangani oleh pimpinan ormas dan LSM, berikut adalah nama-nama ASN masyarakat adat Paser yang diusulkan untuk menempati jabatan promosi. Masing-masing Aji Lukman Panji untuk posisi kabid Dikdas; Adi Asmara (Kabid Pariwisata); Hadi Asnawi (Lurah Pantai Lango); Suja'i, S.Sos (Lurah Buluminung); Sajiran (Camat Babulu); Rakhmadi (Camat Sepaku); Umi (Kabid Layanan dan Pengembangan Perpustakaan).
Dokumen usulan tersebut telah disepakati dan diteken oleh para tokoh, yaitu, Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Musa, Ketua LSM Guntur, Kasim Assegaf, Ketua Laung Kuning, Husaini, tokoh adat Paser, Bahrani, dan Kepala Adat Besar Dayak Paser Kalimantan, Ahmad Ariadi.
Baca Juga: Cek Harga Pangan PPU Hari Ini, Beras SPHP dan Telur Stabil, Persiapan Ramadan Tetap Tenang
Langkah Selanjutnya
Setelah pertemuan dengan Sekkab Tohar, Zulfhani menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan pertemuan langsung dengan Bupati PPU, Mudyat Noor. Audiensi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat untuk memastikan bahwa pembangunan SDM di Ibu Kota Baru juga memperhatikan kearifan lokal dan potensi ASN daerah.
"Kami berharap usulan tertulis yang telah disampaikan baik melalui bupati maupun wakil bupati pada kesempatan sebelumnya dapat pula segera ditindaklanjuti secara serius," tegasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko