KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) menerima kunjungan kerja penting dari Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhajir, S.Kep, Ns. MM, beserta rombongan pada akhir pekan ini Sabtu-Minggu, 21-22 Februari 2026.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk koordinasi lintas sektoral untuk memastikan standar pelayanan kesehatan di daerah tetap selaras dengan target nasional.
Mereka diterima oleh Direktur RSUD RAPB PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, MM; dan Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, SE,MM.
Uraian Peran Berdasarkan Tupoksi
Dalam kunjungan tersebut, setiap pihak menjalankan fungsi strategisnya masing-masing untuk kemajuan layanan publik.
Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI berfungsi melaksanakan pengendalian, percepatan, pemantauan, dan evaluasi program prioritas nasional, khususnya di bidang sumber daya manusia dan pelayanan dasar.
Muhajir dan tim melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan program kesehatan pemerintah pusat berjalan efektif di daerah.
KSP berperan memberikan dukungan strategis dan masukan konstruktif agar kendala birokrasi atau fasilitas di RSUD dapat segera teratasi melalui jalur kebijakan pusat.
Bapelitbang Kabupaten PPU
Kantor ini berfungsi menyelenggarakan koordinasi perencanaan pembangunan daerah serta penelitian dan pengembangan kebijakan kabupaten.
Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, SE., MM, mendampingi kunjungan ini sebagai bentuk penyelarasan rencana pembangunan RSUD dengan visi besar daerah. Bapelitbang memastikan bahwa pengembangan fasilitas rumah sakit terintegrasi dengan perencanaan anggaran dan tata ruang wilayah PPU.
Direktur dan Manajemen RSUD RAPB
Baca Juga: MUI Bereaksi Keras, Sertifikasi Halal untuk Barang Masuk ke Indonesia Mutlak
Menyelenggarakan pelayanan medis, penunjang medis, serta pengelolaan administrasi dan keuangan rumah sakit secara profesional.
dr. Lukasiwan Eddy Saputro, MM, selaku pimpinan teknis, memaparkan kondisi riil fasilitas dan program pengembangan rumah sakit.
Dia menegaskan komitmen manajemen untuk menjaga standar keselamatan pasien serta transparansi layanan sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat di PPU.
Fokus Peninjauan
Selama kegiatan berlangsung, diskusi difokuskan pada penguatan mutu layanan dan pengembangan sarana prasarana.
Momentum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi di daerah, sehingga RSUD RAPB mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, modern, dan berkeadilan.(*)
Editor : Dwi Puspitarini