Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Layanan Sedot Tinja DLH PPU Terhenti, Armada Rusak Berat sejak Awal 2026

Ahmad Maki • Minggu, 1 Maret 2026 | 08:54 WIB

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Layanan sanitasi berupa sedot tinja yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara (DLH PPU) untuk sementara waktu belum dapat beroperasi. Penghentian ini terjadi karena satu-satunya armada penyedot tinja milik instansi tersebut mengalami kerusakan berat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin, menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang digunakan sudah berusia lebih dari satu dekade. Faktor usia menyebabkan gangguan teknis serius sehingga diperlukan perbaikan menyeluruh.

Akibat kondisi tersebut, DLH PPU menghentikan pelayanan kepada masyarakat maupun instansi pemerintah sejak awal 2026. Selama proses perbaikan berlangsung, setiap permohonan layanan belum dapat diproses.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Sektor Tambang Sumbang 33,92 Persen PDRB Kaltim, Pengamat Ekonomi Ingatkan Risiko jika Hilirisasi Tak Dipercepat

Dalam kondisi normal, layanan sedot tinja DLH PPU tergolong cukup diminati. Setiap bulan, petugas menangani sedikitnya tiga titik penyedotan. Bahkan, jumlah itu bisa meningkat hingga dua kali dalam sepekan, terutama jika mencakup fasilitas perkantoran, kepolisian, dan kantor pemerintahan lainnya.

“Untuk masyarakat umum, tarif retribusi sebesar Rp240 ribu per sekali layanan tanpa membedakan jarak lokasi,” ujar Kamaruddin, Jumat (27/2/2026).

Sementara itu, fasilitas ibadah dan kantor pemerintahan mendapatkan pelayanan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Produksi Batu Bara Dikendalikan, Kaltim Didorong Beralih ke Hilirisasi untuk Jaga Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selama beroperasi, limbah hasil penyedotan diangkut ke lokasi pengolahan khusus di kawasan Buluminung, yang berada di sekitar area tempat pembuangan akhir sampah.

DLH PPU berharap perbaikan armada dapat segera rampung agar pelayanan sanitasi kembali berjalan optimal. Kamaruddin juga mengimbau masyarakat untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara aman dan sesuai ketentuan guna menjaga kesehatan lingkungan. (*)

 
 
Editor : Ery Supriyadi
#buluminung #sedot tinja #dlh ppu #layanan sanitasi Penajam #armada rusak