KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Banjir yang menggenangi kawasan RSUD Ratu Aji Putri Botung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) setelah hujan berintensitas tinggi pada Senin (9/3/2026) pagi mendapat respons cepat dari Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
Ia langsung meminta instansi terkait menelusuri penyebab genangan air yang bahkan sempat masuk hingga area pelayanan rumah sakit.
Waris Muin mengungkapkan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah menerima kiriman video yang memperlihatkan kondisi banjir di kawasan rumah sakit.
Menanggapi hal itu, ia segera menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pengecekan di lapangan.
Baca Juga: Resmi! PMK 13/2026 Atur Pencairan THR dan Gaji ke-13 Pensiunan PNS, Ini Mekanismenya
“Banjir itu saya tadi dikirimin videonya. Saya langsung telepon PU agar segera melihat dan menindaklanjuti apa penyebabnya,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Safari Ramadan di kediamannya di Strat 4 Girimukti, Kecamatan Penajam.
Setelah dilakukan peninjauan awal, diketahui penyebab utama genangan bukan berasal dari saluran kecil di sekitar rumah sakit. Masalah justru bersumber dari saluran pembuangan besar yang berada di depan kawasan rumah sakit.
Menurutnya, saluran tersebut mengalami kerusakan pada bagian dinding penahannya.
“Penyebab utamanya itu saluran pembuangan besar di depan rumah sakit. Pinggirannya banyak yang jatuh. Batu-batu yang sudah terpasang puluhan tahun lalu lepas dan jatuh sehingga menghambat aliran air,” jelasnya.
Material yang runtuh kemudian menyumbat aliran air. Akibatnya, ketika hujan dengan curah tinggi turun, air tidak dapat mengalir dengan lancar ke bagian hilir.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Nasional Sp Belusuh–Mentiwan Dikebut, Ini Titik Pekerjaan Terbarunya
Kondisi tersebut juga diperparah dengan meningkatnya pembangunan di kawasan sekitar, yang menyebabkan debit air saat hujan menjadi lebih besar.
Waris Muin mengatakan dirinya telah meminta Dinas PU segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi saluran secara detail sekaligus menyiapkan langkah penanganan.
Untuk jangka panjang, pemerintah daerah berencana melakukan perbaikan permanen pada saluran tersebut.
“Untuk tindak lanjutnya nanti akan diperbaiki. Tapi untuk penanganan darurat saya minta kalau memang harus digali, dibersihkan dulu semuanya menggunakan alat,” katanya.
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang sangat vital bagi masyarakat.
“Kasihan kalau dibiarkan karena ini pelayanan publik. Tadi informasinya air sampai masuk ke dalam, sampai ke area pendaftaran,” ungkapnya.
Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang 2026, Petani Kaltim Perlu Siapkan Benteng Sejak Dini
Selain memerintahkan penanganan cepat, Waris Muin juga berencana meninjau langsung lokasi banjir untuk memastikan langkah perbaikan berjalan sesuai rencana.
“Insyaallah besok kalau tidak ada halangan saya akan turun langsung melihat kondisinya,” tambahnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi