PENAJAM - Komando Distrik Militer (Kodim) 0913/Penajam Paser Utara (PPU), mendorong penguatan program bela negara di wilayahnya melalui berbagai kegiatan. Termasuk pembinaan komponen cadangan dan komunikasi sosial masyarakat.
Komandan Kodim 0913/PPU, Letkol Inf Andhika Ganessakti menjelaskan, bahwa selain kegiatan kepramukaan, terdapat pula program dari Markas Besar TNI berupa kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang memiliki tujuan serupa. Yakni memperkuat semangat bela negara di masyarakat.
“Selain kegiatan pramuka, dari Mabes TNI juga ada kegiatan KKRI yang sifatnya dalam rangka bela negara. Setiap tiga bulan kami juga mengadakan pertemuan di Kodim untuk kegiatan yang berkaitan dengan komponen cadangan maupun bela negara,” ujar Andhika, usai mengikuti peringatan HUT ke-24 PPU, Rabu (11/3/2026).
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar lima hingga sepuluh warga PPU yang tercatat sebagai komponen cadangan dan terus dipantau serta dibina oleh Kodim melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara berkala.
Selain itu, sejumlah pihak yang terlibat dalam program SPPG juga tercatat sebagai bagian dari komponen cadangan karena telah mengikuti pendidikan di lingkungan TNI.
“Termasuk kepala SPPG dan koordinator wilayah SPPG di PPU, statusnya sudah komcad karena mereka telah melaksanakan pendidikan di Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat,” jelasnya.
Menurut Andhika, meskipun telah mengikuti pendidikan di lingkungan TNI, mereka tidak otomatis menjadi prajurit. Jika ingin bergabung menjadi anggota TNI, tetap harus melalui proses seleksi yang berlaku. “Namun yang pasti saat ini TNI Angkatan Darat juga membuka penerimaan secara besar-besaran,” katanya.
Terkait keberadaan SPPG di PPU, Andhika mengatakan, program tersebut sudah berjalan di beberapa wilayah. Saat ini terdapat lima titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Sepaku ada dua, Penajam dua, dan Waru satu,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk fasilitas serupa di lingkungan Kodim 0913/PPU sendiri hingga kini belum tersedia. “Untuk di Kodim sementara ini belum ada, dan sampai saat ini juga belum ada informasi apakah nanti akan dibangun atau tidak,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Andhika juga menegaskan bahwa pihak Kodim tidak terlibat langsung dalam operasional Koperasi Merah Putih. Peran TNI, kata dia, hanya sebatas membantu memicu atau mendorong pembangunan fasilitas tersebut di desa dan kelurahan.
“Untuk koperasi Merah Putih kami tidak berada di bawah pengelolaan Kodim dan tidak terlibat dalam operasionalnya. Kami hanya membantu men-trigger pembangunannya,” tegasnya.
Baca Juga: Jalan Rantau Pulung–Batu Ampar Rusak Parah, Warga Keluhkan Akses Sering Terputus Saat Hujan
Ia menyebutkan, sejak November 2025 hingga Maret 2026, dari total 54 desa dan kelurahan di PPU, sebanyak 34 di antaranya sudah memulai pembangunan koperasi tersebut.
“Peran kami hanya membantu mendorong. Misalnya kalau kurang tukang kami bantu carikan, kalau kurang bahan kami bantu mencarikan. Jadi bukan sebagai subkontraktor, kami hanya membantu memicu agar pembangunan bisa berjalan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki