KALTIMPOST.ID-Rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko di Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya memasuki tahap realisasi.
Proyek strategis yang diusulkan Bupati PPU Mudyat Noor kepada Kementerian PPN/Bappenas itu dipastikan mulai dikerjakan pada 2026.
Jembatan tersebut dirancang untuk meningkatkan konektivitas wilayah, terutama dalam menghubungkan PPU dengan kawasan Pulau Balang serta memperlancar akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Infrastruktur itu dinilai penting dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di wilayah penyangga ibu kota baru hingga Balikpapan.
Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, peluang ekonomi berisiko bergeser ke daerah lain di sekitar kawasan IKN.
“Konektivitas menjadi kunci. Jika PPU tidak memiliki akses yang memadai, peluang ekonomi bisa saja justru dinikmati daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjelang target penyelesaian infrastruktur utama IKN pada 2028, aktivitas ekonomi di wilayah penyangga diperkirakan akan meningkat signifikan.
Karena itu, kesiapan infrastruktur sejak dini dinilai penting agar PPU dapat mengambil peran strategis dalam ekosistem pembangunan tersebut.
Di sisi teknis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan, jembatan akan memiliki bentang utama sepanjang 500 meter.
Selain itu, akan dibangun jembatan pendekat sekitar 1 kilometer untuk menyesuaikan kondisi geografis kawasan yang didominasi rawa.
Ia menyebut proyek itu mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang siap mengalokasikan anggaran pembangunan. Pemkab PPU juga telah menyiapkan dana rintisan sebagai bentuk komitmen awal.
“Ada dukungan dari Kementerian PU untuk mendanai pembangunan ini. Pemkab PPU juga telah menyiapkan dana rintisan,” jelasnya.
Pembangunan Jembatan Sungai Riko nantinya akan terintegrasi dengan peningkatan kualitas jalan di wilayah PPU dan sekitarnya.
Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.
Pemprov Kaltim optimistis proyek ini akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Ke depan, Jembatan Sungai Riko diharapkan menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam transformasi PPU sebagai daerah strategis penyangga IKN, sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (rd)
Editor : Romdani.