Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati PPU Targetkan Lahan Tidur di Babulu Jadi Produktif Lewat Penguatan BUMDes

Ahmad Maki • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:06 WIB

 

Mudyat Noor berdiskusi mengenai optimalisasi lahan pertanian dewan warga Babulu.   
Mudyat Noor berdiskusi mengenai optimalisasi lahan pertanian dewan warga Babulu.  
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menyusun strategi besar untuk membangkitkan potensi lahan pertanian yang selama ini belum tergarap maksimal. Dalam diskusi intensif bersama perwakilan 12 desa di Kecamatan Babulu, Sabtu (28/3/2026), Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa kunci utama transformasi lahan tersebut terletak pada kolaborasi pola kelola dan kemandirian desa.

Mudyat Noor menyoroti banyaknya lahan yang belum mencapai produktivitas puncak. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam melakukan pemetaan dan eksekusi di lapangan.

“Perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, agar lahan yang belum optimal bisa dimaksimalkan. Kita harus menentukan pola pengelolaan yang tepat supaya lahan bisa lebih efektif dan produktif,” ujar Mudyat Noor di hadapan puluhan petani dan perwakilan desa.

Selain perbaikan infrastruktur, Mudyat menekankan bahwa penguatan ekonomi berbasis potensi lokal harus menjadi prioritas. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah dengan mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih aktif mengelola sektor pertanian di wilayah masing-masing.

“Tahun ini, saya akan lebih sering turun ke lapangan. Setelah ini, saya akan intens dari desa ke desa untuk mendorong kemandirian desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga harus diperkuat,” tegas Mudyat.

Meski apresiasi mengalir terhadap pengecoran jalan usaha tani (JUT) yang telah dilakukan, para petani mengakui bahwa optimalisasi lahan masih terganjal masalah klasik, air dan distribusi. Suhaimi, Koordinator Desa (Kordes) Labangka Barat, mengungkapkan bahwa meski distribusi mulai mudah, kendala irigasi tetap membayangi hasil panen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Mudyat mengakui adanya tantangan besar terkait ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, hingga bibit unggul. Ia berjanji akan menyerap aspirasi tersebut sebagai prioritas anggaran seiring dengan peningkatan kemampuan fiskal daerah.

Wakil Komisi II DPRD PPU, Sujiati, yang turut hadir dalam diskusi tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat pemerintah daerah. Ia menilai Babulu adalah "lumbung" yang harus segera dipulihkan kondisinya.

“Babulu memiliki potensi besar di sektor pertanian. Oleh karena itu, berbagai permasalahan yang ada harus segera diperbaiki agar produktivitas petani semakin meningkat,” ungkap Sujiati. (*)

Editor : Sukri Sikki
#lahan pertanian #pemkab ppu #Mudyat Noor #Penajam Paser Utara (PPU)