Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Arus Penumpang dan Kendaraan Lebaran 2026 di PPU Turun, Dampak Akses Tol Kian Terasa

Ahmad Maki • Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

 

BERGESER: Dari data Dishub PPU menunjukkan tren penurunan terjadi selama periode Operasi Ketupat yang berlangsung pada 16–25 Maret 2026 terutama pada layanan penyeberangan ferry.
BERGESER: Dari data Dishub PPU menunjukkan tren penurunan terjadi selama periode Operasi Ketupat yang berlangsung pada 16–25 Maret 2026 terutama pada layanan penyeberangan ferry.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pergerakan penumpang dan kendaraan selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026 di Penajam Paser Utara (PPU) mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Dinas Perhubungan (Dishub) PPU menunjukkan tren penurunan tersebut terjadi selama periode Operasi Ketupat yang berlangsung pada 16–25 Maret 2026, terutama pada layanan penyeberangan ferry.

Kepala Bidang LLAJ Dishub PPU, Habibi mengatakan, secara total, jumlah keberangkatan penumpang pejalan kaki tercatat turun dari 23.821 orang pada 2025 menjadi 20.137 orang pada 2026, atau berkurang sekitar 15,47 persen.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang menggunakan moda transportasi seperti speed boat, kelotok, dan ferry juga mengalami penurunan dari 21.414 unit menjadi 17.940 unit, atau sekitar 16,22 persen.

Penurunan lebih tajam terjadi pada arus kedatangan. Penumpang pejalan kaki tercatat turun dari 27.266 orang menjadi 24.909 orang, atau sekitar 8,64 persen.

Sedangkan jumlah kendaraan anjlok drastis dari 79.252 unit menjadi hanya 18.056 unit, atau merosot hingga 77,22 persen. "Itu perbandingan tahun 2025 dan tahun 2026," urainya, Senin (30/3/2026).

Ia menerangkan, jika dilihat berdasarkan titik pengawasan, penurunan paling terasa terjadi di Pelabuhan Ferry Penajam–Kariangau. Pada arus keberangkatan, jumlah penumpang turun 13,58 persen dan kendaraan 20,47 persen. Sementara pada arus kedatangan, penumpang turun 19,77 persen dan kendaraan bahkan anjlok hingga 83,81 persen.

Di Pelabuhan Speed Boat atau Kelotok Penajam, penurunan juga terjadi pada arus keberangkatan, yakni masing-masing sebesar 10,28 persen untuk penumpang dan 6,36 persen untuk kendaraan. Namun pada arus kedatangan, penumpang justru sedikit meningkat 1,32 persen, meskipun jumlah kendaraan tetap menurun sebesar 34,29 persen.

Sementara itu, Pelabuhan Speed Boat atau Kelotok Maridan mencatat penurunan pada keberangkatan, baik penumpang (15,29 persen) maupun kendaraan (24,27 persen). Pada arus kedatangan, penumpang turun 16,37 persen.

"Namun kendaraan mengalami lonjakan signifikan hingga 428,57 persen, meski volumenya tidak sebesar pelabuhan lain," sebutnya.

Di Terminal Penajam, seluruh indikator menunjukkan penurunan. Keberangkatan penumpang turun 33,48 persen dan kendaraan 47,21 persen. Sedangkan pada kedatangan, penumpang turun 40,90 persen dan kendaraan berkurang 36,69 persen.

Ia menyebut penurunan ini dipengaruhi oleh beroperasinya akses jalan tol yang kini menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi roda empat.

“Memang ada penurunan, baik penumpang maupun angkutan. Yang paling berpengaruh itu karena sekarang sudah ada akses tol, sehingga kendaraan roda empat, terutama mobil penumpang, tidak lagi banyak menggunakan ferry,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tren penurunan sebenarnya sudah mulai terlihat pada tahun sebelumnya. Namun pada Lebaran tahun ini, angkanya menjadi lebih signifikan karena akses tol telah berfungsi penuh, baik untuk arus mudik maupun arus balik.

“Kalau dulu masih terbatas, sekarang sudah full. Jadi pergerakan penumpang dan kendaraan, khususnya di ferry, sangat berkurang,” jelasnya. Meski demikian, pergerakan angkutan logistik relatif stabil. Kendaraan besar seperti truk tetap mengandalkan layanan ferry karena tidak dapat melalui jalur tol.

Dishub PPU juga mencatat puncak arus pergerakan terjadi menjelang akhir periode pengamatan, sekitar 25 Maret 2026, sebelum akhirnya mengalami penurunan secara bertahap.

Secara keseluruhan, kehadiran infrastruktur tol telah mengubah pola mobilitas masyarakat selama musim Lebaran, sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada jalur penyeberangan di wilayah PPU. "Kalau logistik saya pikir normal saja. Karena memang truk besar bisa tetap melewati penyeberangan ferry," imbuhnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penajam paser utara #kendaraan #arus mudik lebaran #dampak tol #pergerakan penumpang