PENAJAM— Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melakukan penataan kawasan Pelabuhan Tradisional Penajam yang selama ini menjadi titik berkumpulnya transportasi air seperti speed boat dan klotok. Penataan ini diharapkan dapat mempercantik wajah daerah, terutama sebagai pintu masuk yang berhadapan langsung dengan Kota Balikpapan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani penataan kawasan tersebut. Tim ini akan diketuai oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
“Makanya kita sudah fokus, kita sudah membentuk tim. Nanti diketuai oleh Pak Wakil Bupati untuk melaksanakan penertiban dan penataan, khususnya di kawasan pelabuhan,” ujar Mudyat, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, penataan pelabuhan tidak hanya sekadar pembenahan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki citra PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan pelabuhan dinilai sebagai salah satu sudut pandang penting yang mencerminkan wajah daerah.
“Sehingga sebagai salah satu wajahnya PPU itu bisa terlihat lebih menarik, lebih rapi, dan mencerminkan kota yang modern,” katanya.
Saat ini, tim yang dipimpin Wakil Bupati telah mulai bekerja dengan melakukan sejumlah langkah awal, seperti rapat koordinasi dan pendataan di lapangan. Tahapan ini dinilai penting sebelum masuk ke proses pembangunan infrastruktur.
“Sudah mulai progres. Pak Wakil sudah melaksanakan beberapa kegiatan, rapat, dan melakukan pendataan,” jelasnya.
Terkait konsep penataan, Mudyat menegaskan bahwa pihaknya akan mengadopsi konsep kota modern agar kawasan pelabuhan terlihat lebih tertata dan menarik, terutama karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan Balikpapan.
“Kita ingin konsepnya seperti kota-kota modern, supaya tidak terlihat kumuh dan bisa bersaing, apalagi PPU ini sering disebut sebagai wilayah IKN, jadi harus mampu menyesuaikan,” tegasnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai miliaran rupiah. Pendanaan akan diupayakan dari berbagai sumber.
Meski demikian, Mudyat menekankan bahwa penataan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari penyelesaian persoalan sosial melalui pendataan dan pemetaan.
“Kita selesaikan dulu persoalan sosialnya, kita lakukan pendataan dan pemetaan. Baru setelah itu kita masuk ke pembangunan infrastruktur. Semua butuh tahapan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani