KALTIMPOST.ID,IKN-Menyongsong puncak musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim bergerak cepat mengamankan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebuah strategi pengamanan berlapis bertajuk "Pagar Betis" resmi diaktifkan guna membentengi wilayah pusat pemerintahan baru tersebut dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, kepada media massa, menjelaskan bahwa skema ini mengandalkan soliditas lima daerah penyangga di sekitar IKN.
Baca Juga: IKN Ditutup Sementara? Otorita Tegaskan Dua Kawasan yang Dibatasi Aksesnya
Kelima wilayah tersebut adalah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Kutai Barat.
"Daerah penyangga ini sudah bersepakat untuk saling bahu-membahu. Jika muncul titik api di kawasan IKN, personel dan armada dari wilayah terdekat akan langsung diterjunkan sebagai tim reaksi cepat. Inilah esensi dari strategi Pagar Betis," kata Buyung Budi Purnomo, dikutip Rabu (8/4).
Ditekankannya, bahwa langkah antisipasi tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik personel di lapangan, tetapi juga dukungan teknologi mutakhir.
Pengawasan dilakukan secara nonstop melalui Command Center Nusantara. Fasilitas ini mampu mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) secara real-time berbasis data satelit.
Tak hanya itu, pemerintah telah menyiapkan opsi intervensi alam jika kekeringan mencapai level ekstrem. Modifikasi cuaca berupa hujan buatan akan segera dilaksanakan apabila kondisi di lapangan dianggap memasuki fase kritis.
Baca Juga: Kapolres Kutai Barat Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek, Sejumlah Posisi Strategis Berganti
Dia mengungkapkan, beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan ketat saat ini antara lain Kecamatan Sepaku (PPU), Samboja Barat (Kukar), Kawasan Tahura Bukit Soeharto.
Selain kesiapan petugas, kesadaran warga menjadi kunci utama pencegahan. Buyung menegaskan agar masyarakat benar-benar menghindari aktivitas pembakaran lahan maupun sampah di area terbuka selama kemarau berlangsung.
"Kami sangat berharap partisipasi aktif warga. Jika melihat kepulan asap atau indikasi api, segera hubungi layanan darurat 112. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan pemadaman," tambahnya.
Selaras dengan upaya tersebut, aparat kepolisian kini mulai mengintensifkan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan.
Tindakan tegas akan diambil bagi siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja yang berisiko memicu bencana kabut asap di Bumi Etam ini.(*)
Editor : Thomas Priyandoko