Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BPBD PPU Gandeng Perumda dan Revitalisasi Embung, Antisipasi Krisis Air Bersih Jelang El Nino

Ahmad Maki • Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB
Nurlaila. (IST)
Nurlaila. (IST)

  

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU mulai memperketat langkah mitigasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Juni hingga September 2026. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah ancaman krisis air bersih bagi masyarakat di wilayah - wilayah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila mengungkapkan,  berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Babulu tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi krisis air bersih paling tinggi.

"Beberapa desa seperti Desa Sri Rahayu, Sumbersari, hingga wilayah Sebakung Jaya menjadi titik langganan distribusi air bersih saat musim kemarau panjang melanda," kata Nurlaila, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Siswa Balikpapan Wajib Waspada! Hobi Pakai Earphone Ternyata Bisa Bikin Prestasi Anjlok, Ini Faktanya  

Tak hanya Babulu, sebagian wilayah di Kecamatan Sepaku juga mulai dipetakan sebagai area terdampak, khususnya di kawasan Desa Sumbersari, Karang Jinawi, hingga Desa Gunung Intan yang mulai mengalami penurunan debit air saat cuaca ekstrem.

Untuk mengantisipasi kelangkaan air minum dan kebutuhan domestik warga, BPBD PPU telah memperkuat kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka.

“Kami sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak PDAM. Jadi, sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan harian maupun untuk kebutuhan penyiraman jika terjadi kebakaran hutan, armada siap dikerahkan," ujarnya.

Baca Juga: Sebut Tak Ada Lubang di TKP, Sopir Ambulans Ungkap Kronologi Tabrakan dengan Travel di Kutim  

Meski demikian,  Pemkab PPU juga mengkhawatirkan kondisi air baku PDAM yang bisa saja menyusut drastis akibat cuaca panas ekstrem dalam waktu lama.

Mengantisipasi hal itu, BPBD PPU mendorong para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan hingga desa untuk melakukan inventarisasi kembali sumber-sumber air mandiri. Salah satunya adalah memaksimalkan fungsi embung atau kantong-kantong air di setiap wilayah.

"Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk mengidentifikasi kembali embung-embung di daerah mereka. Mana yang bisa difungsikan kembali, mana yang perlu diperbaiki atau diolah lagi agar bisa menahan cadangan air," ucapnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#pemkab ppu #perumda #el nino #Nurlaila #krisis air