Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stok Sapi Kurban PPU Aman, Harga Premium Tembus Rp100 Juta

Ahmad Maki • Selasa, 14 April 2026 | 08:48 WIB
 Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian PPU, Ristu Pramula.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Ketersediaan hewan kurban, khususnya sapi, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan dalam kondisi aman menjelang Idul Adha 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) PPU, Ristu Pramula, menyebutkan setidaknya terdapat empat kelompok peternak lokal yang siap menyuplai kebutuhan sapi kurban masyarakat.

Keempat kelompok tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Sesumpu, Giri Mukti, dan Sidorejo.

Baca Juga: Meruntuhkan Tembok Impunitas Militer

“Masing-masing kelompok saat ini mengelola sekitar 30 ekor sapi bakalan yang sedang dalam proses penggemukan,” ujar Ristu, Senin (13/4/2026).

Meski jumlah tersebut terlihat terbatas, Ristu menjelaskan bahwa angka itu baru mencakup kelompok binaan. Belum termasuk pasokan dari peternak mandiri maupun pedagang musiman dari luar daerah yang biasanya masuk menjelang hari raya.

Jika mengacu pada tahun sebelumnya, total sapi yang disiapkan di PPU dapat mencapai sekitar 1.300 ekor.

Terkait harga, Ristu memprediksi akan terjadi kenaikan. Namun, angka pastinya belum dapat dipastikan karena suplai dari pedagang besar belum sepenuhnya masuk ke wilayah PPU.

Pada tahun sebelumnya, harga sapi di pasaran cukup bervariasi tergantung jenis dan bobot. Sapi Bali berada di kisaran Rp17 juta hingga Rp30 juta per ekor.

Sementara itu, sapi persilangan dapat mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram dikalikan berat timbangan.

Baca Juga: Liga Champions: Atletico Madrid vs Barcelona, Simeone Ingin Ulang Sukses Hancurkan Blaugrana

Untuk kategori sapi premium atau bantuan Presiden dengan bobot 800–900 kilogram, harga per kilogram diperkirakan mencapai sekitar Rp120.000. Jika dihitung keseluruhan, nilainya dapat menembus kurang lebih Rp100 juta per ekor.

Hingga kini, koordinasi dengan pedagang luar daerah masih belum berjalan maksimal. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala di lapangan.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, pasokan sapi dari luar daerah bisa mencapai 250 hingga 300 ekor.

Ristu menegaskan, seluruh sapi yang masuk, khususnya dari luar daerah, wajib melalui proses karantina untuk memastikan kesehatan hewan sebelum dipasarkan di PPU.

Selain itu, vaksinasi terhadap sapi bakalan juga terus digencarkan sejak akhir tahun lalu, termasuk vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) serta vaksin Jembrana untuk sapi Bali.

Di sisi lain, Rumah Potong Hewan (RPH) telah menyiapkan tiga juru sembelih halal (juleha) bersertifikat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi untuk menjamin proses pemotongan sesuai syariat.

Para juleha tersebut merupakan tenaga kerja P3K paruh waktu, dengan honor yang telah dialokasikan melalui anggaran operasional RPH di Distan PPU. (*)

 
Editor : Ery Supriyadi
#sapi kurban PPU #harga sapi #peternakan PPU #Idul Adha 2026 #Distan PPU